Cegah Kerugian Akibat Faktor Alam, Kontraktor Proyek Pemerintah Minta Pelaksanaan di Luar Musim Penghujan

Pelaksana proyek pembangunan jembatan Pitara, Depok, Govi Sitompul
Pelaksana proyek pembangunan jembatan Pitara, Depok, Govi Sitompul (dok. KM)

DEPOK (KM) – Pelaksana proyek pembangunan jembatan Pitara, Depok, Govi Sitompul mengungkapkan jika ada faktor alam yang mengganggu pengerjaan proyek [dari pemerintah], pihaknyalah yang harus menanggung kerugian materi.

“Ini masalah moral lho’, turap aja tidak ditanggung negara tidak dibayar tapi saya kerjain kok. Emang gak pakai biaya turap yang longsor,” katanya kepada wartawan di Depok, Kamis 22/11.

Dia menceritakan, bahwa dalam pengerjaan jembatan di Jl. Pitara, sebagai pelaksana pihaknya sempat terkendala dengan faktor alam walaupun dalam SPK/RAB tidak ada untuk perbaikan turap.

“Tanggung jawab kita secara moral karena bencana, fokus kita jembatan tapi karena banjir akhirnya longsor turap di dekat jembatan,” ujarnya.

Advertisement

Dia berharap, ke depan untuk perencanaan lelang maupun pengerjaan digelar di bulan Mei karena melihat situasi dan faktor alam dimana setiap akhir tahun musim hujan.

“Kalau pengerjaan jembatan jangan di akhir tahun, untuk pelelangan juga harusnya di bulan lima. Cenderung musim hujan di bulan sebelas (November). Tapi kita tetap optimis pengerjaan akan kelar sesuai jadwal yang ditentukan,” katanya.

Reoorter: Deva
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*