Tantang Keras-Kerasan TOA dengan Musholla, Pengusaha ini Dilaporkan atas Tuduhan Penistaan Agama

Toko Harry Isnawan terlihat tutup sejak adanya laporan warga di Polres Kebumen atas unggahan di akun Facebook nya. Foto diambil di Kutowinangun, Kebumen, 29/10/2018 (dok. KM)
Toko Harry Isnawan terlihat tutup sejak adanya laporan warga di Polres Kebumen atas unggahan di akun Facebook nya. Foto diambil di Kutowinangun, Kebumen, 29/10/2018 (dok. KM)

KEBUMEN (KM) – Puluhan warga Desa Ungaran, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen mendatangi Polres Kebumen, Senin 29/10. Warga melaporkan Harry Isnawan dengan dugaan penistaan agama.

Mereka mengecam unggahan pada akun facebook Harry, tanggal 17 Oktober 2018 lalu:

“Lomba keras kerasan suara dengan volume TOA Musholla sebelah…. Mari kita buktikan siapa yang lebih edan.!! Takdir. *Suwe suwe kepingin gelut aku. (Lama lama ingin berkelahi saya).”

Akun yang sama pada 18/10 juga menulis, “Beberapa kali saia membuat orang sebel ko nggak dilaporin sih? Takdir.”

Advertisement

Selain itu Harry juga menulis “Mungkin Kami salah memilih tuhan, Cyiin. Takdir…”

Seorang warga yang ditemui KM mengatakan, pada tanggal 22/10 ketika TOA (pengeras suara) musholla itu dipakai, Harry menggunakan suara musik untuk menyamai kerasnya.

Harry Isnawan yang kami sambangi di kantornya (Duta Store Indonesia), Kutowinangun, Kebumen, tidak ada di tempat.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: