Gempa dan Tsunami Sulteng: 1 Prajurit TNI Tewas, 5 Luka Berat, 8 Hilang

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono menjenguk prajurit TNI dan memberikan santunan di Palu, Kamis 4/10/2018 (dok. KM)
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono menjenguk prajurit TNI dan memberikan santunan di Palu, Kamis 4/10/2018 (dok. KM)

PALU (KM) – Di sela-sela mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono juga menyempatkan diri menjenguk prajurit dan keluarganya, di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018).

Kasad dalam kunjungannya mengucapkan berlangsungkawa dan prihatin dengan peristiwa yang menimpa masyarakat Palu dan juga prajuritnya yang berdinas disana. Ia meminta prajurit tetap selalu bersabar dan semangat, tidak boleh putus asa.

Dalam kunjungannya, Mulyono juga memberikan bantuan dan santunan yang langsung diterima oleh prajurit dan keluarganya yang tertimpa musibah ini. Saat penyerahan santunan, ia didampingi Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Tiopan Aritonang dan Danrem 132/TDL Kolonel Agus Sasmita.

Kolonel Agus yang turut mendampingi Kasad mengatakan, sampai saat ini baru terdata 1 prajurit TNI AD meninggal dunia bernama Sertu Hasmin yang berdinas di Denzibang-2 XIII/Merdeka, 5 orang mengalami luka berat yaitu Letda Alfret Ganta, Serda Suyatno, Serma Ihwani, Serma Sugiyono dan PNS Yunan Budiman.

“Adapun yang masih dinyatakan hilang atau masih dalam pencarian berjumlah 8 orang yaitu Kopda Sofyan R Nuru, Pratu Daswar, Serda Asri, Serda Jemi, Serda Jasman, Serda Muh Yusup, Koptu Yusup Sallu dan Serda Ismail,” ujarnya.

Danrem menambahkan, untuk Keluarga Besar Tentara (KBT) yang dinyatakan meninggal dunia berjumlah 6 orang, 1 orang hilang dan 5 orang luka berat.

“Sedangkan untuk kerugian materil yaitu 2 unit kapal KMC V 28 hanyut diterpa tsunami, 8 unit rumah dinas Bekang rata dengan tanah, 33 unit Rumah Dinas Kodim1306/Dgl rusak ringan, 1 unit kantor Koramil 07/Tawelu rusak berat, 1 unit barak Yonif 711/Rks rata dengan tanah dan 2 unit barak Yonif 711/Rks rusak berat,” tegasnya.

Kepala Satgas Tanggap Darurat ini mengungkapkan, sebelum menjenguk prajuritnya, Jenderal Mulyono mengunjungi korban gempa di beberapa titik yang kerusakannya sangat parah diantaranya di Jl HM Suharto, Kelurahan Petobo, Hotel Roa Roa wilayah Palu, Desa Loli Kabupaten Donggala dan Desa Jono Kabupaten Sigi.

Berkaitan dengan pendistribusian logistik bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Kolonel Agus Sasmita mencatat ada 138 titik pengungsian. “Dari jumlah itu, tidak semua bisa diakses dengan jalur darat. Kesulitan itulah yang menghambat penyaluran bantuan. Salah satunya di Sigi. Kami akui transportasi masih terbatas,” ucapnya.

Dijelaskan Danrem, saat ini, petugas dan relawan sedang memfokuskan penyaluran logistik ke daerah-daerah yang dianggap prioritas. “Kami menentukan tempat-tempat yang disuplai barang dan makanan yang belum. Berdasarkan laporan yang masuk. Nanti yang skala prioritas itulah yang diutamakan,” ungkapnya.

Dirinya berpendapat pengiriman logistik belum bisa menyelesaikan secara keseluruhan permasalahan yang sedang mendera masyarakat.

“Kita ini sifatnya pemberian atau pertolongan bantuan pertama. Justru tujuan utama kita bagaimana mengembalikan perekonomian masyarakat. Saat
ini kami sangat intens sekali bagaimana menciptakan suasana nyaman dan aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Haryani
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*