Polres Bogor Ungkap Modus Pengoplos Gas LPG

(dok. KM)
Sat reskrim Polres Bogor mengungkap pengoplosan tabung gas 3kg (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sat Reskrim Polres Bogor mengadakan konferensi pers pengungkapan kasus memindahkan/menyuntikkan gas LPG dari tabung LPG 3 kg bersubsidi ke dalam tabung gas LPG 12 kg serta 50 kg non subsidi yang berada di Kampung Garapan Babakan, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, di Mako Polres Bogor, Rabu (4 September 2018).

Kapolres Bogor menjelaskan, para pengoplos menyuntikkan gas LPG dari tabung LPG bersubsidi ke dalam tabung gas LPG 12 kg serta 50 kg dengan menggunakan alat berupa pipa besi yang difungsikan sebagai regulator. Selanjutnya gas LPG 12 kg dan 50 kg yang merupakan hasil dari kegiatan penyuntikan tersebut dipasarkan ke toko dan warung di sekitar wilayah Cileungsi dan Bekasi.

Adapun pelaku yang diamankan sebanyak 3 orang yaitu MP (42) warga Cileungsi, ED (28), warga Periuk Tangerang, dan HR (37) warga Cileungsi serta barang bukti berupa 4 unit mobil pick up 550 buah tabung gas LPG 3 kg, 200 buah tabung gas LPG 3 kg kosong, 70 buah tabung gas LPG 12 kg kosong, 12 buah tabung gas LPG 50 kg kosong, 11 buah tabung gas LPG 50 kg isi, 29 buah pipa besi yang difungsikan sebagai regulator, 1 buah bok yang berisikan segeli tabung gas LPG, dan 1 buah timbangan.

Kapolres memaparkan, hasil penyilidikan Sat Reskrim Polres Bogor menunjukkan indikasi kegiatan memindahkan atau penyuntikan gas LPG yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. “Kemudian Sat Reskrim Polres Bogor mendatangi sebuah tempat berupa bangunan yang berlokasi di Kampung Garapan Babakan Desa Dayeuh Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor dimana sedang berlangsungnya kegiatan penyuntikan gas LPG dengan menggunakan alat berupa pipa besi untuk memindahkan isi dari tabung gas LPG bersubsidi. Selanjutnya Sat reskrim Polres Bogor melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang didapati sedang melakukan kegiatan penyuntikan gas LPG tersebut, setelah itu para pelaku berikut barang buktinya diamankan dan dibawa ke Polres Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kapolres.

Pelaku dikenakan Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf b dan c UU RI No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan/atau Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 30 UU RI No 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi legal, dengan ancaman pidana kurungan maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar rupiah.

Reporter: Ayub
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*