Jadi MC Dalam Workshop Jurnalistik, Kapten Sar Ajak Peserta Senam Otak Kanan Untuk Hilangkan Jenuh

Kapten Sar (kanan), Master Trainer MBP Indonesia Malaysia Saat Menjadi MC Di Acara Workshop Jurnalistik PWRI Depok (dok. KM)
Kapten Sar (kanan), Master Trainer MBP Indonesia Malaysia Saat Menjadi MC Di Acara Workshop Jurnalistik PWRI Depok (dok. KM)

DEPOK (KM) – Pelaksanaan kegiatan workshop jurnalistik untuk kepala sekolah dan guru se-Kota Depok yang dinakhodai DPC PWRI Kota Depok mendapat sambutan yang besar dengan melubernya peserta utusan dari sekolah tingkat SD dan SMP dari beberapa Kecamatan Kota Depok yang diselenggarakan di Pusdiklat Graha Insan Cita Depok pada Kamis, 6 September 2018.

Melubernya peserta hingga ke luar ruangan menjadi tantangan tersendiri bagi “Kapten Sar” yang didaulat panitia untuk menjadi pembawa acara (MC) dalam workshop yang bertema “Dengan Jurnalistik Semakin Meningkatkan Nilai Kompetensi Non-Akademik Dan Rasa Percaya Diri Dalam Menghadapi Berbagai Tantangan Dunia Pendidikan“.

“Ini luar biasa responnya, peserta begitu banyak sampai memenuhi luar ruangan, saya merinding loh melihatnya apalagi ini semua pesertanya adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” ujar Kapten Sar, sapaan akrab dari Sarno Wibowo, Master Trainer MBP Indonesia Malaysia.

Di sela rangkaian acara workshop, Sar seringkali melontarkan pertanyaan-pertanyaan dan guyonan kepada peserta untuk membuat suasana lebih hidup. Termasuk jelang memasuki sesi kedua diskusi panel, tanpa segan-segan ia mengajak peserta untuk senam otak kanan, termasuk memberikan hadiah buku karangan dirinya bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

Kapten Sar berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar memberi manfaat yang lebih besar. “Kita doakan semoga kedepan PWRI bisa terus memberi manfaat dengan program-program edukasi seperti yang saat ini dilakukan,” ujar Kapten Sar saat menutup acara.

Penampilan Sarno dalam acara tersebut mendapat respon antusias dari pihak PWRI.

“MC nya luar biasa, bisa membangkitkan mood peserta supaya semangat dan antusiasnya tetap terjaga, mudah-mudahan nanti bisa bekerjasama lagi untuk event selanjutnya,” terang Zulfikar Taher, Sekjen DPP PWRI yang juga memberikan materi simulasi bagaimana cara menghadapi wartawan yang dianggap “bodong” dalam acara tersebut.

Sementara peserta pelatihan pun menyambut positif workshop tersebut. “Saya senang dengan acara ini, sangat membantu kami para kepala sekolah, mudah-mudahan bisa terus berkelanjutan dengan format dan materi yang lebih bagus lagi… MC nya juga bagus bisa menghidupkan suasana,” ujar salah satu kepsek dari Kecamatan Cilodong saat ISHOMA sesi pertama workshop.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*