Cegah Tawuran dan Radikalisme Pelajar, Polsek Bojonggede Gelar Operasi “Bina Kusuma Jaya”

Kapolsek Bojonggede Kompol Agus Koster Sinaga saat memberikan bimbingan pada siswa SMP Sulthon dan SMK Saradan At Tajir, Desa Tajurhalang , Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Senin 6/8/2018 (dok. KM)
Kapolsek Bojonggede Kompol Agus Koster Sinaga saat memberikan bimbingan pada siswa SMP Sulthon, SMK Saradan dan SMK At Taajir, Desa Tajurhalang , Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Senin 6/8/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kapolsek Bojonggede Kompol Agus Koster Sinaga didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Tresna dan Kapospol Aiptu Saripudin melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang kenakalan remaja dan mencegah penyebaran radikalisme di kalangan remaja yang disebut “Operasi Bina Kusuma Jaya” pada Senin (06/08/18).

Kegiatan ini dilakukan di ruang serbaguna SMP Sulthon-SMK Saradan-SMK At Taajir, Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, atas perintah Kapolresta Depok dalam rangka operasi kepolisian kewilayahan yang dicanangkan oleh Polda Metro Jaya mulai tanggal 30 Juli 2018 hingga 12 Agustus 2018.

“Materi yang disampaikan masalah seputar radikalisme, mulai dari arti kata radikal, perbuatan yang termasuk radikal dan pencegahannya” terang Kapolsek Bojonggede.

Dalam kesempatan itu juga wakil dari pihak yayasan, Agung, berharap agar materi tentang kenakalan remaja itu “dapat difahami dan dimengerti oleh seluruh siswa yang hadir.”

Terlihat keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik dan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan bincang-bincang ringan.

Sebelumnya, pada Senin pagi, Sat Binmas Polsek Bojonggede Iptu Sugiyanto sudah memberikan bimbingan dan arahan tentang pencegahan premanisme, radikalisme, kenakalan remaja dan kekerasan remaja.

Dalam arahannnya, Sugiyanto menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan gambaran kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, dan jangan sampai menjadi pelaku maupun korban kejahatan, dan tidak ada yang terjerumus narkoba.

“Berangkat dari maraknya aksi kriminalitas yang melibatkan remaja usia sekolah, belum lagi anak-anak sebagai korban kekerasan seksual dan peredaran narkoba. Hal inilah yang mendasari kami melakukan pembinaan dan penyuluhan ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.

Reporter: wawan
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*