Pasca Hari Raya Idul Fitri, Kota Idi Dihiasi Tumpukan Sampah

Sampah yang menumpuk di Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur. Selasa, 20/6/2018 (Dok. ZK/KM)
Sampah yang menumpuk di Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur. Selasa, 20/6/2018 (Dok. ZK/KM)

IDI, ACEH TIMUR (KM) – Tumpukan sampah terlihat “menghiasi” Kota Idi, tepatnya di Dusun Kota Baro, Desa Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, karena tidak diangkut oleh petugas kebersihan.

Sampah yang sudah bertumpuk sejak H -1 lebaran itu mengeluarkan bau yang tak sedap dan mengganggu warga.

“Sejak hari meugang sampah sudah bertumpuk, dan itu sangat mengganggu bagi warga sekitar karena mengeluarkan bau busuk,” ujar Wakli (48) warga Gampong Jawa kepada awak media, pada Selasa (20/6/2018).

Wakli berharap kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Timur untuk menyediakan tempat pembuangan sampah yang tertutup supaya sampah tidak merusak pandangan dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

“Harapan saya kepada pemerintah agar menyediakan tempat sampah yang tertutup, sehingga tidak berserakan dan mengganggu kesehatan,” tandas Wakli.

Sementara itu, Koordinator Kebersihan UPTD Idi Rayeuk Ilyas mengatakan bahwa dirinya meminta maaf kepada masyarakat Idi Rayeuk, karena sejak H-1 lebaran armada pengangkut sampah rusak, kemudian di H+3 lebaran satu lagi armada kembali rusak dan itu menjadi alasan penumpukan sampah tersebut.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat Kota Idi akibat penumpukan sampah yang mengganggu, itu disebabkan karena 2 dari 4 armada pengangkut sampah kami rusak, sehingga menjadi kendala,” kata Ilyas.

Dirinya berharap kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi, untuk membuat pengadaan armada sampah yang baru, mengingat armada yang saat ini beroperasi sudah tidak layak pakai.

“Saya berharap kepada Pemda Daerah dan Pemda Provinsi untuk membuat pengadaan armada pengangkut sampah yang baru, karena yang saat ini sudah tidak layak lagi,” tandas Ilyas.

Reporter : ZK
Editor : HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*