Hermanto PKS: “Takwa Adalah Filter Terhadap Faham Ateisme dan Liberalisme”

Anggota DPR RI, Hermanto, saat memberikan pidato shalat Id di Dharmasraya, Jumat 15/6 (dok. KM)
Anggota DPR RI, Hermanto, saat memberikan pidato shalat Id di Dharmasraya, Jumat 15/6 (dok. KM)

DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT (KM) – Tujuan orang beriman menunaikan ibadah puasa adalah untuk meraih takwa. Setelah sebulan penuh berpuasa dengan sebenar-benarnya berpuasa, dilaksanakan sepenuh iman dan ikhlas, sesungguhnya orang berpuasa akan meraih derajat takwa. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPR Hermanto dalam khutbah Idulfitri nya kemarin 15/6.

“Takwa itu sendiri merupakan kedudukan tertinggi dan mulia dihadapan Allah,” papar Hermanto di hadapan jamaah di lapangan sepak bola Nagari Simalidu Kabupaten Dharmasraya.

“Takwa merupakan konsepsi holistik yang memandang satu kesatuan tentang urusan dunia dan akhirat dalam melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi seluruh larangan-Nya,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, penjabaran implementatif dari nilai takwa adalah memandang seluruh aspek kehidupan sebagai satu kesatuan yang menyeluruh yang tidak terlepas dari nilai ajaran Islam. Keseluruhan aspek dan dimensi kehidupan yaitu aktivitas pertanian, ekonomi, perdagangan, politik, kebangsaan, negara, pemerintahan, sosial, kemasyarakatan, individu, keluarga dan lain-lain.

“Inilah yang dimaksud ayat: Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh),” ucap legislator dari Fraksi PKS ini.

Dalam khutbah Id ini, Hermanto juga menyinggung soal urgensi pemimpin yang memiliki sifat takwa.

“Ada relasi yang kuat antara pemimpin dengan pengambilan keputusan, dialog, musyawarah, mengarahkan dan mengayomi. Setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin yang bertakwa tentu mempertimbangkan segala aspek dan dimensi serta implikasi sehingga keputusan yang diambil benar-benar mengayomi dan mensejahterakan,” tuturnya.

Sifat takwa, lanjutnya, juga dapat berfungsi sebagai filter terhadap paham-paham yang bertentangan dengan religiusitas seperti paham ateisme dan liberalisme yang bertentangan dengan Pancasila.

“Oleh karena itu, umat Islam memiliki peran strategis untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Lebih jauh, Hermanto menyebutkan, setelah terbina dan terbentuknya kepribadian takwa pasca menjalani puasa dan ibadah lainnya selama bulan Ramadhan maka yang terpenting adalah konsistensi. “Konsisten menjaga dan melaksanakan ibadah-ibadah tersebut di bulan-bulan berikutnya,” pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*