Debat Calon Walikota Bogor, Bima-Dedie Dihujani Pertanyaan Soal Penyelenggaraan Pemerintahan 2013-2018

Para Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bogor dalam debat kandidat kedua, Kamis 21/6/2018 (dok.KM)
Para Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bogor dalam debat kandidat kedua, Kamis 21/6/2018 (dok.KM)

BOGOR (KM) – Debat kandidat Pilkada kedua calon walikota dan wakil walikota Bogor diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor di Hotel Braja Mustika, Kecamatan Bogor Barat, dan disiarkan langsung salah satu stasiun televisi, pada Kamis 21/06/2018.

Bertema “Menyelerasikan Daerah, Provinsi dan Pusat Serta Meningkatkan Pelayanan Publik,” debat tersebut diikuti keempat pasangan calon, yakni Achmat Ru’yat dengan Zainul Mutaqin, Edgar Suratman dengan Sefwelly Gynanjar, Bima Arya Sugiarto dengan Dedie A. Rachim, dan Danang Danubrata dengan Sugeng Teguh Santoso,dan dimeriahkan dengan para pendukung masing-masing pasangan calon.

“Melalui debat terbuka kedua ini masyarakat secara luas dapat secara langsung mengenal dan mengetahui kualitas masing-masing pasangan calon melalui penjabaran visi dan misinya,” papar ketua KPUD Kota Bogor Undang Suryatna dalam sambutannya.

“Ini merupakan debat kandidat yang kedua, jadi masyarakat Kota Bogor khususnya mengetahui kualitas calon Walikota dan Wakil Walikotanya, diharapkan tidak ragu lagi dalam memilih calon kepala daerah pada waktu pencoblosan 27 Juni nanti.”

Kata Undang, debat terbagi beberapa sesi, setiap sesi ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh masing-masing pasangan calon, dan dipandu oleh moderator.

“Dalam perumusan materi, KPU melibatkan tim dari kalangan akademisi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk merumuskan sejumlah pertanyaan dalam debat kandidat. Tim perumus berjumlah empat orang, terdiri dari tiga akademisi dan satu LSM.

“Pertanyaan dirumuskan mengacu pada visi dan misi pasangan calon dan tema pada hari ini,” ujarnya

Lanjut Undang, debat dirancang seinteraktif mungkin, setiap calon Walikota dan Wakil Walikota diarahkan mampu berinteraksi. Akan ada ajuan pertanyaan oleh Walikota dengan Walikota lainnya, dan antar Wakil Walikota saling mengajukan pertanyaan. “Semua pasangan calon akan tereksplor kualitasnya dalam debat ini,” tambahnya.

Saling memberikan pertanyaan berlangsung sangat interaktif dari para pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bogor.

Pantauan kupasmerdeka.com, paslon nomor urut 3, Bima Arya-Dedie Rachim mendapat banyak pertanyaan terkait kebijakan-kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mengingat Bima Arya adalah calon petahana, yang menjabat Walikota Bogor periode 2013-2018.

Salah satunya lontaran pertanyaan – pertanyaan dari paslon nomor urut empat (Dadang Iskandar Danubrata – Sugeng Teguh Santoso) terkait permasalahan perizinan-perizinan di Kota Bogor dan permasalahan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang dianggap tidak memiliki keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Hampir semua pertanyaan dari paslon lain pun mengorek soal penyelenggaraan pemerintahan yang dipimpin Bima Arya sampai saat ini.

Acara pun berjalan dengan meriah di iringin seruan yel-yel para pendukung yang datang mendampingi para calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*