Ratusan Media Online Dicap “Bodrex”, Pemred KM Kecam Penyebar Pesan Berantai yang Resahkan Komunitas Media

KupasMerdeka.com

BOGOR (KM) – Sejumlah wartawan dan perusahaan media menuntut tindak lanjut terhadap kasus penyebaran “berita hoax” yang dituding telah merugikan nama baik dan kredibilitas ratusan outlet media online. Sebanyak 319 media online dicap sebagai “media bodrex” dalam sebuah pesan berantai yang menyebar di grup-grup WhatsApp, termasuk KupasMerdeka.com. Hal itu memicu reaksi keras dari pemimpin redaksi KupasMerdeka.com, Hero Akbar, yang mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap penyebar pesan berantai tersebut.

“Media kami berbadan hukum Indonesia PT. Tegar Kupas Mediatama SIUP no. 517/340 MIKRO/B/BPPTPM/X11/2015, TDP NO.10.04.1.73.00.323,
NPWP 74.129.850.9-0, yang beralamat Jl. Taman Siswa nomor 43 Semplak, Kota Bogor,” ujar Hero.

“Di sini kami tegaskan bahwa dari redaksi selalu kooperatif. Jika ada narasumber merasa keberatan atas pemberitaan yang dinilai memberatkan dirinya dan jika hal itu sangat merugikan narasumber, kami selaku redaksi sangat menjunjung tinggi dengan cara memberikan hak jawab agar pemberitaan tersebut tidak memihak, serta kami juga menyampaikan rasa maafnya, bukan malah meruncing keadaan untuk memanas-manasi situasi,” katanya.

Advertisement

“Untuk itu jika memang harfiah arti media bodrex dilekatkan pada media kami, maka kami akan siap dalam waktu dekat ini untuk melakukan somasi bersama sejumlah rekan-rekan media lainnya. Karena kami sangat keberatan atas munculnya pesan singkat dari WhatsApp tersebut, dimana kalimat media bodrex itu adalah sebuah media yang tidak dapat dibuktikan, atau dalam hal ini media tersebut sudah tidak berlaku lagi dengan link website portal beritanya tidak dapat diakses,” jelas Hero.

“Agar mitra-mitra kami dapat mengerti bahwa kami sangat menentang pihak-pihak tertentu yang telah berusaha menjatuhkan harga diri media kami dan kamipun tidak tinggal diam,” geramnya.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada keterangan resmi dari Kominfo atas informasi yang membuat kegaduhan di kalangan media itu.

Reporter: Red
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: