Peringati “May Day”, SBSI Aceh Timur Minta Perusahaan Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Foto bersama Ketua Korwil SBSI Aceh Ayah Ishak Yusuf (3 dari kanan) didampingi Ketua DPC SBSI Aceh Timur M. Zubir (2 dari kiri), Sekretaris DPC SBSI Aceh Timur Abdurrahman AG dan pengurus SBSI lainnya (dok. KM)
Foto bersama Ketua Korwil SBSI Aceh Ayah Ishak Yusuf (3 dari kanan) didampingi Ketua DPC SBSI Aceh Timur M. Zubir (2 dari kiri), Sekretaris DPC SBSI Aceh Timur Abdurrahman AG dan pengurus SBSI lainnya (dok. KM)

ACEH TIMUR (KM) – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Aceh Timur meminta kepada setiap perusahaan, khususnya di Aceh Timur, untuk mengutamakan pekerja lokal.

Memperingari Hari Buruh Internasional atau May Day pagi ini, aktivis buuh menggelar acara silaturahmi antar Pengurus Cabang dan Pengurus Komisariat (PK) yang diselenggarakan di Sekretariat DPC SBSI Aceh Timur, Jln. Medan-B. Aceh, Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Korwil SBSI Aceh Tgk. Ishak Yusuf atau yang sering disapa Ayah Ishak.

Ketua DPC M. Zubir, didampingi Sekretaris DPC SBSI Kabupaten Aceh Timur Abdurrahman AG menyampaikan, Setiap perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Aceh Timur dihimbau untuk mengutamakan pekerja lokal.

“Kami harap kepada setiap perusahaan yang ada disini, untuk lebih mengutamakan pekerja lokal, karena saat ini masih banyak kita lihat pengangguran di Aceh Timur,” ucap Zubir.

Selain itu, SBSI Aceh Timur juga mendesak Pemerintah Pusat untuk mencabut sistem Outsourcing yang dianggap bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan PP Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan yang dinilai PP tersebut tidak berpihak kepada Pekerja/Buruh.

Advertisement

Di waktu yang sama, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) SBSI DPC Aceh, juga mendesak kepada Pemerintah untuk mengevaluasi Perpres Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) karena hal ini “sangat tidak berpihak” kepada rakyat dengan melihat kondisi saat ini yang “sulit mencari pekerjaan dan maraknya pengangguran.”

Ishak juga meminta kepada Pemerintah Pusat untuk segera mencopot M. Hanif Dhakiri dari jabatannya sebagai Menteri Tenaga Kerja, karena selama menjabat “selalu mengabaikan kesejahteraan pekerja lokal.”

“Kami minta agar M. Hanif Dhakiri segera dicopot dari bangku Kementerian Ketenagakerjaan, selama ini dia menjabat bertambah kesengsaraan terhadap para pekerja dan buruh,” ungkapnya.

Selain itu, Ishak juga menghimbau agar pekerja/buruh yang ada di Aceh khususnya untuk tidak anti dengan Serikat (SBSI -Red) karena serikat ini merupakan “mitra Pemerintah dan juga mitra perusahaan.”

“Saya himbau kepada seluruh pekerja dan buruh yang ada di Aceh agar semuanya ada dalam serikat, karena serikat ini merupakan yang memediasi ketika ada permasalahan atara pekerja atau buruh dengan perusahaan, baik itu perusahaan swasta ataupun BUMN,” tandasnya.

Reporter : ZK
Editor : HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*