PD. PPJ Klaim Belum Mengetahui Tentang Pengoperasian “Secure Parking” Pasar TU Kemang

Pos Secure Parking di Pasar Induk Kemang, Kota Bogor (Dok. KM)
Pos Secure Parking di Pasar Induk Kemang, Kota Bogor (Dok. KM)

BOGOR (KM) – Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD. PPJ) Kota Bogor Andri Latif menyatakan bahwa pihaknya sudah memberikan surat kepada PT. Atmosfir Kreasi Mandiri untuk menahan diri, menanggapi polemik terkait pengelolaan parkir di Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kota Bogor. Saat ini perusahaan swasta tersebut mengelola secure parking di pasar itu.

“Kemarin kami PD. PPJ sudah memberikan surat langsung kepada PT. Atmosfir Kreasi Mandiri agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan apapun, kita masih menunggu hasil tim Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Karena pada prinsipnya kami menghargai langkah-langkah tim Pemkot,” ungkap Andri kepada awak media di Balaikota Bogor Rabu 23/05/2018.

“Ya sekarang kami akan menanyakan kepada tim Pemkot, sampai dimana progresnya terkait permasalah di Pasar TU,” tambahnya.

Terkait beroperasinya secure parking PT. Atmosfir Kreasi Mandiri dan mengutip biaya parkir, Andri mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui dan belum melihat secara langsung situasi terbaru saat ini.

“Untuk itu kami akan berkomunikasi dengan tim Pemkot serta PT. Atmosfir terkait hal ini,” ujarnya.

“Kami memiliki SK Walikota Bogor tahun 2012 untuk pengelolaan pasar. Artinya selama SK tersebut belum dicabut, kami PD. PPJ berhak mengelola Pasar TU,” tegasnya.

Sementara di tempat yang sama Plt Walikota Bogor Usmar Hariman menjelaskan, “atas dasar usulan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, akan membahas segala permasalahan pengelolaan pasar TU pada hari Kamis depan (31/05/2018), bersama pihak-pihak terkait,” ungkap Usmar.

Saat ditanya langkah tegas yang seharusnya dilakukan Pemkot Bogor terhadap beroperasinya secure parking PT. Atmosfir Kreasi Mandiri, Usmar mengatakan, “kami sudah memberikan rekomendasi melalui Badan Pengawasan (BP) PD PPJ Kota Bogor, seharusnya tidak boleh ada pengelolaan tersebut, karena jelas status di Pasar TU dalam kondisi status quo.”

“Ya itu tidak boleh ada dua pengelolaan parkir di sana, statusnya kan jelas dalam kondisi status quo. Untuk lebih jelas tanyakan saja ke BP PD. PPJ Kota Bogor,” pungkasnya.

Reporter: Rendi, Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*