Pasang Iklan Selamat Berpuasa di Koran, Ru’yat-Zaenul Diduga Langgar Aturan Pilkada

Pelanggaran kampanye (ilustrasi)
Pelanggaran kampanye (ilustrasi)

BOGOR (KM) – Munculnya iklan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dari pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Bogor nomor urut 1 di salah satu media cetak diduga keras melanggar aturan Pilkada Kota Bogor 2018.

Berdasarkan Surat Edaran nomor 68/K/KPI/31.2/02/2018 tentang penyiaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, pada masa kampanye, masa tenang dan hari pemilihan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang calon kepala daerah dalam Pilkada memasang iklan ucapan puasa atau lebaran di lembaga penyiaran.

“Dalam hal ini sudah jelas Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan juga KPI melarang bagi para peserta Pilkada untuk menayangkan iklan baik di media cetak, televisi dan juga media online, diperjelas dalam surat edaran nomor 68/K/KPI/31.2/02/2018 tentang penyiaran Pilkada serentak 2018,” ungkap Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Tanah Sareal Supriantona Siburian, Kamis 17/05/2018.

Anto sapaan akrabnya menerangkan, “disebutkan dalam Pasal 34 Ayat (1) PKPU 4 Tahun 2017 tentang kampanye berisi Penayangan Iklan Kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 dilaksanakan selama 14 (empat belas) hari sebelum masa tenang.”

“Jadi sudah jelas kalau masang iklan di media massa bentuk cetak, televisi dan lain-lain itu dilarang dalam aturan tersebut,” kata Anto.

Saat ditanya terkait iklan paslon nomor urut 1 (Ru’yat – Zaenul) di salah satu media cetak, Anto mengatakan, “sesuai dengan aturan, itu termasuk dugaan pelanggaran dari paslon tersebut.”

“Ya sesuai dengan aturan yang ada, diduga adanya unsur pelanggaran dari tayangnya iklan paslon tersebut. Kami akan kaji hal tersebut, akan kita panggil nanti yang bersangkutan. Kita segera serahkan kepada Panwaslu Kota Bogor,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*