Legislator: “Sekolah Sebaiknya Berikan Materi Khusus Tentang Faham Radikal”

Politisi Partai Golkar, Marlinda (dok. KM)
Politisi Partai Golkar, Marlinda (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Tindakan terorisme yang dilakukan secara terstruktur dan masif berakar pada radikalisme dan intoleransi terhadap perbedaan ideologi dan pemahaman. Oleh karena itu, menurut anggota DPR, perlu ada perhatian khusus bagi generasi penerus bangsa agar terhindar dari pemahaman-pemahaman radikalisme.

Menurut Anggota Komisi X DPR RI, Marlinda, untuk mengantisipasi globalisasi dan perkembangan radikalisasi dan terorisme yang menyebar hampir di seluruh dunia, sudah seharusnya dunia pendidikan kita memberikan materi pendidikan khusus mengenai faham-faham radikal dengan metode dan materi pembelajaran yang mudah difahami oleh peserta didik, dan khususnya untuk agama Islam, materi diperkaya dengan pemahaman terjemahan Al Quran yang baik dan benar. Hal tersebut diuyngkapkan politisi Partai Golkar itu saat dihubungi KM Selasa siang 15/5.

Ia juga melihat bahwa dalam beberapa kasus teror yang dilakukan ada kesalahan dalam memahami “jihad”.

“Oleh karena itu, materi radikalisme tidak hanya diberikan di sekolah formal, tapi dapat juga melalui pendidikan non formal,” katanya.

Selain itu, menurut Marlinda, materi pendidikan tentang radikalisme bisa dimulai dari Taman Kanak-Kanak melalui metode cerita bergambar agar mereka mampu memahami dengan baik.

“Yang tidak kalah penting adalah mata pelajaran Pancasila, juga polanya harus ditingkatkan setiap saat mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.

Dirinya berharap, mudah-mudahan dengan materi K13, yang akan memberikan tambahan materi akhlak dapat memberikan dampak yang baik bagi pencegahan faham radikalisme.

Marlinda mengakui, dunia pendidikan memang bukan satu-satunya wahana menangkal radikalisme, “akan tetapi pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam menangkal faham radikalisme di Indonesia,” harapnya.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*