5 Anggota Brimob dan 1 Tahanan Tewas, Polisi Akhirnya Berhasil Kendalikan Situasi Setelah 36 Jam

Situasi jalan di depan Mako Brimob yang sudah dibuka kembali untuk umum pasca terjadinya kerusuhan (dok. KM)
Situasi jalan di depan Mako Brimob yang sudah dibuka kembali untuk umum pasca terjadinya kerusuhan (dok. KM)

DEPOK (KM) – 130 tahanan kasus terorisme yang berada di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok sempat bertahan dan tidak mau menyerah. Dengan bermodal 6 pucuk senjata rampasan, setidaknya ada tiga blok yang dikuasai para tahanan tersebut, yakni di Blok A,B, dan C.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jendral Mohammad Iqbal pada hari Rabu Sore (9/5).

“Sebelumnya tahanan menyandera enam orang anggota Brimob, namun hanya satu yang masih hidup,” kata Iqbal. Ia pun saat itu menyatakan 1 orang yang masih disandera kemarin yaitu Bripka Iwan Sarjana dalam keadaan baik.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan di Mako Brimob berlangsung sejak Selasa malam (8/5) sekitar pukul 20.20 WIB dan mulai ramai diberitakan sejak saat itu. Kericuhan diduga dipicu soal makanan yang dititipkan pihak luar untuk tahanan yang berada di Rutan Mako Brimob.

Selain 5 anggota yang tewas dalam kericuhan tersebut, ada 1 tahanan mengalami hal yang sama yaitu Beni Syamsu Trisno alias Abu Ibrohim.

Soal apakah ada tuntutan dari para tahanan terkait dengan kericuhan tersebut, Setyo pun menanggapi jika dirinya belum mengetahuinya dan ia pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak lekas percaya dengan media-media yang menyampaikan informasi yang tidak jelas.

Setelah melalui drama 36 jam, pihak kepolisian di bawah komando langsung Wakapolri berhasil menanggulangi keadaan sepenuhnya, dan sel tahanan yang dikuasai para napi teroris pun berhasil dikuasai polisi.

Wakapolri Komisaris Jendral Polisi Syarifudin menjelaskan jika operasi penyanderaan telah berlangsung selama 36 jam sejak Selasa lalu.

“Alhamdulillah kita dapat menanggulangi ini. Operasi sudah berakhir sejak pukul 07.15 WIB,” jelas Wakapolri.

Kamis pagi dinihari tadi sempat terdengar 4 kali dentuman keras disekitar rutan Mako Brimob.

“Itu untuk sterilisasi, kita sedang dalam proses penanggulangan,” kata Syafrudin menjelaskan hal tersebut.

“Para napi teroris telah menyerahkan diri dan sandera pun telah dibebaskan,” lanjutnya.

“Lebih dari 36 jam Polisi mengedepankan pendekatan agar tidak ada jatuh korban, dan selanjutnya Polri menempuh upaya penanggulangan dan sudah lebih dari 90% tahanan menyerahkan diri. Tidak ada lagi istilah negosiasi, karena sudah serahkan diri, jadi semua proses penanggulangan, bukan negosiasi,” tegas Syafrudin.

“Banyak teman-teman yang mempertanyakan kenapa saya tidak tampil begitu cepat. Saya telah memerintahkan Kadiv Humas dan Brigjen Iqbal untuk menjadi juru bicara dan semua atas perintah saya untuk melakukan konpers menjelaskan ke masyarakat,” jelas jenderal polisi bintang tiga ini.

Saat ini, jalan akses yang melewati Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, sudah dibuka kembali untuk umum tadi pagi pada pukul 9.30 WIB setelah sempat ditutup sejak Selasa malam.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*