Jual-Beli BBM Jutaan Liter Buntu, PT. Emar Elang Perkasa Dilaporkan ke Polda Metro

Komisaris PT Emar Elang Perkasa Remon A Siregar bersama Dirut Calara Arini S Mochtar (dok. KM)
Komisaris PT Emar Elang Perkasa Remon A Siregar bersama Dirut Calara Arini S Mochtar (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Kesepakatan perjanjian jual beli BBM High Speed Diesel (HSD) antara PT. Emar Elang Perkasa dan PT. Global Karya Multiguna bulan September 2016 lalu menemui kebuntuan lantaran sebagian besar dari HDS yang dibeli oleh PT. Global Karya Multiguna sampai sekarang masih belum diterima.

PT. Global Karya Multiguna membeli BBM HSD dari PT. Emar Elang Perkasa sebanyak 1.750 kilo liter dengan hitungan pembayaran, Rp 7.100 per liter yang dibayarkan lunas.

Hingga kini, BBM HDS baru diterima sebanyak 1.217 kilo liter, sedangkan sisanya 532 kilo liter belum diterima sesuai kesepakatan Jual Beli.

Menurut informasi yang diterima redaksi kupasmerdeka.com, kapal kargo yang bermuatan BBM HSD milik PT. Emar Elang Perkasa berada di wilayah perairan Sorong, dengan muatan 532,513 kilo liter, namun merupakan BBM yang sudah kotor dan bercampur dengan bahan kimia lain, sehingga tidak dapat dijual.

PT. Emar Elang Perkasa pun menawarkan untuk menggantikan dan mengirim BBM sisa kekurangan yang belum diterima PT Global Karya Multiguna.

Advertisement

PT. Global menerima tawaran tersebut, dan memberikan pinjaman sebesar Rp4.950.000.000, namun hingga bulan Maret 2018 PT. Emar belum memberikan BBM HSD yang dijanjikan, maupun pengembalian uang pinjaman sebesar hampir Rp5 miliar tersebut.

Menurut kuasa hukum PT. Global Karya Multiguna, Jefri Luanmase, pihaknya sudah memberikan 2 kali teguran hukum pada 28 Maret 2018 dan 2 April 2018 kepada PT Emar Elang Perkasa.

“Sudah 2 kali kami selaku kuasa hukum memberikan surat teguran terkait hal tersebut, namun hingga saat ini PT. Emar tidak pernah menanggapi sama sekali,” kata Jefri kemarin 24/4.

“Untuk itu kami selaku kuasa hukum perusahaan, pada 4 April 2018 mengambil sikap dan melakukan tindakan hukum dengan melaporkan Remon A. Siregar sebagai komisaris dan Clara Arini S. Mochtar selaku Direktur Utama PT. Emar Elang Perkasa, di Polda Metro Jaya sehubungan dengan dugaan melakukan Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan,” tambahnya.

“Proses pemeriksan saat ini dalam penyidikan, masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi pelapor, dan saksi-saksi korban,” pungkasnya.

Reporter: Red
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*