Tanah Hanya Dihargai Rp. 15 Ribu per Meter, Warga Desa Harapan Baru Tolak Ganti Rugi Pembangunan Jalan Tol

Warga yang menolak untuk menandatangani BAP Ganti Kerugian lahannya saat mendengar penjelasan dari Tim PPK/PUPR - BPN Riau (dok. KM)
Warga yang menolak untuk menandatangani BAP Ganti Kerugian lahannya saat mendengar penjelasan dari Tim PPK/PUPR - BPN Riau (dok. KM)

BENGKALIS, RIAU (KM) – Sebanyak 70 kepala keluarga menyatakan menolak ganti rugi tanah dan tanaman serta bangunan atas rencana pembangunan Jalan Tol di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Pasalnya, harga tanah dinilai rendah dibandingkan dengan harga tanah dan warga dari kampung sebelah yang sama-sama tanahnya mendapat ganti kerugian untuk pembangunan Jalan Tol tersebut.

“Mereka menolak harga yang lebih murah dibandingkan dengan ganti kerugian warga dari desa lain yang menerima ganti ruginya,” kata Slamet, perwakilan dari warga setempat, kepada KM Senin 2/3 lalu.

Lebih jauh kata dia, warga tidak bersedia menerima ganti kerugian harga tanah yang dibayar hanya Rp. 15-16 ribu meter persegi, karena” jauh lebih murah” dari harga tanah kampung sebelah sebesar Rp. 60-70 ribu meter persegi.

“Dan kami mencurigai pihak panitia sudah mempermainkan warga desa. Ratusan warga tidak bersedia menandatangani berita acara ganti kerugian yang dilaksanakan di Aula Gedung pertemuan desa warga berencana akan menggugat ke pengadilan sesuai yang diarahkan oleh tim panitia pembayaran ganti kerugian tanah untuk pembangunan Jalan tol di desa Harapan Baru tersebut,” tambah Slamet.

Sementara Tamrin, Kepala Desa Harapan Baru, mengatakan bahwa di kuatir dan prihatin dengan warganya, “namun saya serahkan kepada warga untuk memperjuangkan haknya, menyangkut perihal ganti kerugian dari tim appraisal PPK PUPR dan BPN saya harapkan jangan sampai merugikan warga Desa Harapan Baru, pihak panitia pembayaran ganti rugi oleh karena mereka juga sudah melakukan survei ke lapangan ke seluruh lahan yang akan diganti kerugiannya.”

Hal senada juga disampaian Basuki Rakhmat, Camat Mandau. “Seharusnya warga sebelumnya sudah mengajukan keberatan apabila merasa dirugikan, karena jauh-jauh hari juga sudah pernah diadakan beberapa kali pertemuan dengan pihak panitia pembayaran ganti rugi dengan warga yang akan diganti kerugian lahannya, dan berharap pembangungan jalan tol ini harus berjalan dengan lancar untuk kepentingan warga itu sendiri kedepannya,” kata dia.

Reporter: Amir
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*