Sosialisasi Amdal Pembangunan Tower 275 kV Aceh Timur Kecewakan Warga

Peserta yang hadir dari unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Timur, TNI, Polri, Camat dan perwakilan Keuchik di acara Studi Amdal Rencana Pembangunan Tower 275 kV di Kabupaten Aceh Timur, Kamis 1/3 (dok. KM)
Peserta yang hadir dari unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Timur, TNI, Polri, Camat dan perwakilan Keuchik di acara Studi Amdal Rencana Pembangunan Tower 275 kV di Kabupaten Aceh Timur, Kamis 1/3 (dok. KM)

ACEH TIMUR (KM) – Sosialisasi dan konsultasi publik untuk studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait pembangunan Tower 275 kV Pangkalan Susu-Arun, yang dilaksanakan oleh UPT. UNIMAL di Aula Pendopo Bupati Aceh Timur, Kamis 1/3/2018 kemarin mengecewakan perwakilan masyarakat yang hadir.

Pasalnya, acara tersebut tidak difahami untuk apa tujuannya, bahkan setiap pertanyaan yang diajukan oleh tokoh-tokoh masyarakat tidak mendapatkan jawaban yang kongkrit.

Camat Darul Falah Zainudin mengatakan, “kami berfikir hari ini dibahas masalah pembebasan lahan namun sampai disini yang dibahas masalah Amdal, sehingga tidak sesuai harapan masyarakat.”

“Seharusnya masalah pembebasan lahan dulu yang harus diselesaikan, supaya tidak menimbulkan masalah baru di lapangan,” ujarnya

Zainudin menambahkan, untuk kegiatan Amdal hari ini tidak ada kesimpulan, dan harus ditingkatkan kembali.

“Sosialisasi Amdal ini tidak sesuai harapan, seharusnya untuk mengetahui lebih jelas dampak yang ditimbulkan oleh suatu proyek, langsung melibatkan masyarakat yang tinggal di lokasi proyek tersebut,” tutupnya.

Camat Peudawa, Samsul juga menyampaikan hal yang sama terkait kegiatan ini, dan ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah agar tidak mengeluarkan izin apabila pembebasan lahan belum selesai dengan masyarakat.

“Sebelum pembebasan lahan diselesaikan dengan masyarakat, Pemerintah jangan mengeluarkan izin, karena sejauh ini khususnya Kecamatan Peudawa, lahan yang diambil dari warga belum semuanya dibayar,” ungkapnya.

Saat diwawancarai awak media, Junior Engineer dari PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara, Faiji, mengatakan bahwa kegiatan hari ini sama sekali tidak membahas masalah pembebasan lahan, tetapi khusus membahas dampak lingkungannya.

“Kegiatan hari ini khusus membahas Dampak Lingkungan yang akan timbul saat proyek berlangsung dan untuk pembahasan lahan tidak dibahas disini,” ungkapnya.

Faiji juga mengakatan, “Ditargetkan proyek ini selesai dengan cepat, sehingga dilakukan secara paralel antara proses Amdal dengan pembebasan lahan.

“Karena program ini merupakan program percepatan sehingga dilakukan secara bersamaan, disamping proses Amdal berjalan dilakukan juga pembebasan lahan dan itu sudah keputusan dari manajemen,” tutupnya.

Reporter: ZK
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*