Sambangi Kampung Babakan Ciluar, Dedie Rachim Janji Carikan Solusi Insentif bagi Kader Posyandu

Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim bersama rombongan pengajian Ciluar, Kota Bogor Sabtu 03/03/2018 (dok. KM)
Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim bersama rombongan pengajian Ciluar, Kota Bogor Sabtu 03/03/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Calon Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Dedie Rachim, mengunjungi Kampung Babakan di RT 02/RW 02, Ciluar, Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu 03/03/2018.

Mantan Pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu berdialog dengan warga. Banyak aspirasi yang diserap Dedie, termasuk apresiasi terhadap kepemimpinan Bima Arya Sugiarto soal peningkatan kesejahteraan guru ngaji.

Mengenakan batik cokelat, Dedie menyapa satu per satu warga sepanjang perjalanan sebelum akhirnya singgah di rumah salah satu tokoh masyarakat setempat.

Di sana, puluhan warga sudah menunggu kehadiran Dedie. Ia mengawali perbincangan dengan memperkenalkan diri dihadapan para kader PKK, kader Posyandu, Dasawisma, guru ngaji dan perwakilan pemuda.

Pasangan yang mendampingi petahana Bima Arya dalam Pilwalkot Bogor ini meminta warga untuk menjaga kerukunan di tengah suhu politik saat ini.

“Kami ingin perjalanan proses kampanye berjalan dengan damai. Walau berbeda-beda pilihannya, diantara tetangga jangan saling ribut. Tetap menjaga silaturahmi. Menjaga kerukuanan diantara semua. Jangan sampai proses Pilkada ini memecah belah kita, gara-gara yang satu warnanya ini, yang satu warnanya itu, buat kita ga ada masalah. Karena Allah sudah mengatur semuanya. Jadi kita jalankan saja seluruh proses ini dengan baik,” ungkap Dedie.

Kemudian Dedie membuka sesi dialog dengan warga. Salah satu warga, Ema, mengungkapkan terimakasihnya atas perhatian yang diberikan Bima Arya memberikan insentif untuk kesejahteraan terhadap para guru ngaji dimasa kepemimpinannya.

“Alhamdulillah di periode Kang Bima kemarin, guru ngaji mendapatkan insentif lebih baik dari yang sebelumnya. Semoga menjadi berkah tersendiri untuk kami,” kata Ema.

Menanggapi itu, Dedie menilai para guru ngaji ini memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan akhlak generasi muda di Kota Bogor. Dengan mengaji, anak-anak akan memiliki akhlak dan perilaku yang baik.

Sekedar informasi, Pemerintah Kota Bogor diperiode kepemimpinan Bima Arya menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk insentif 2.398 guru ngaji yang tersebar di enam kecamatan Kota Bogor. Guru ngaji yang mendapatkan insentif didata sesuai kriteria yakni warga Kota Bogor, bukan PNS dan tidak memiliki penghasilan tetap. Anggaran tersebut meningkat dari 2016 yang hanya sekitar 484 guru ngaji dengan anggaran yang disalurkan sebesar Rp 750 juta.

Sementara itu, Tina yang mewakili Kader Posyandu RW 02 juga meminta peningkatan sarana dan prasarana posyandu. “Kalau bisa juga dikasih insentif seperti guru ngaji,” kata Tina, lalu tersenyum.

Soal insentif kader Posyandu, Dedie sepakat karena kesehatan dan tumbuh kembang anak ini merupakan prioritas bersama, termasuk kontribusi tulus para kader posyandu. “Ibu-ibu para kader yang sudah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran harus diapresiasi. Ke depan kami akan mencarikan formula yang tepat mengenai insentif Kader Posyandu supaya tidak menyalahi peraturan,” jelas Dedie.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*