Polisi Baru Tetapkan 1 Tersangka Pembunuhan Samsuli, Keluarga Kecewa

Kondisi Samsuli yang di tolong oleh Subir di lokasi TKP (dok. KM)
Kondisi Samsuli yang di tolong oleh Subir di lokasi TKP (dok. KM)

BANGKA SELATAN (KM) – Proses kepolisian terhadap kasus penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia yang dilakukan Yulhaidir (34), Warsito (20) dan Romuza (34) hingga kini belum membuat pihak keluarga Samsuli (korban) merasa puas, pasalnya hanya satu pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami berharap agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya, dan yang menjadi pertanyaan bagi kami, kenapa pelakunya ditetapkan hanya satu orang menjadi tersangka? Sementara kedua pelaku [lainnya] belum ditetapkan sebagai tersangka sampai sekarang ini. Di lokasi tempat kejadian perlkara (TKP) tidak dipasang garis polisi. Dan kami berharap kepada pihak kepolisian untuk proses hukumnya secepat-cepatnya,” kata Kepala Dusun Tiga Ferry dan Kepala Dusun Empat Sugito yang didampingi Ketua BPD Permis Sumarli dirumah korban, Rabu (14/03/2018).

Hal senada juga dikatakan Ketua LSM Anak Bangsa Sejati, Fahrizal.

“Dengan adanya kasus pembunuhan di Desa Permis, kami berharap kasus ini dapat diselesaikan melalui jalur hukum dan kepada pihak penegak hukum untuk secepatnya kasus pembunuhan ini di proses. Dan kita akan tetap memantau proses hukumnya,” jelas Fahrizal.

Jefri, keluarga korban, mengatakan, “setelah melihat korban kita bawah ke puskesmas, namun pihak puskesmas tidak sanggup, dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhakti Wara Pangkalpinang, namun korban meninggal di rumah sakit Bhakti Wara. Selanjutnya pihak keluarga langsung melaporkan ke pihak Kepolisian. Namun di lokasi kejadian TKP tidak dipasang garis polisi, juga pihak yang menemukan korban bernama Subir tidak dipanggil untuk memberikan keterangan. Bahkan pelaku hanya ditetapkan satu orang, padahal pelakunya ada tiga orang. Ini yang menjadi pertanyaan kami dari pihak keluarga korban,” ungkap Jefri dengan nada kecewa.

Reporter: Suryadi
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*