Pengelola Pasar Kemang Pertanyakan Pembiaran Terhadap Pembangunan Secure Parking oleh PD PPJ

Pasar Induk Kemang alias Pasar TU di bilangan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)
Pasar Induk Kemang alias Pasar TU di bilangan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Tim penyelesaian dari hasil Rapat Pembahasan Pengelolaan Pasar Induk Kemang (Pasar TU) Kota Bogor Selasa 06/03/2018 lalu mencapai beberapa kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bogor dan PT. Galvindo Ampuh (PT. GA).

“Kami tetap komitmen menghormati kerja tim penyelesaian untuk Pasar TU dan kami membangun komunikasi yang baik sepanjang sama-sama dapat saling menghargai semua pihak yang terkait,” ungkap Kuasa Hukum PT. Galvindo Ampuh Solihin kepada kupasmerdeka.com saat dihubungi melalui telepon selular Sabtu 09/03/2018.

“Sepanjang semua pihak saling menghormati hasil rapat pembahasan bersama lalu, kami akan tetap berkomitmen menghormati kesimpulan bersama yang sudah ditandatangani semua pihak dan unsur yang hadir dalam rapat,” lanjutnya.

Solihin menyampaikan, “semua tercatat dan disepakati bersama, sementara tim telah menyimpulkan dari hasil rapat terakhir dimana PD PPJ atau pihak ketiga untuk menghentikan semua bentuk kegiatan di Pasar Induk Kemang. Dalam menindaklanjuti hasil tersebut, saya sudah berkomunikasi dengan Ketua Tim, Hanafi, agar ada ketegasan secara tertulis terkait pengelolaan Pasar yang sementara dikembalikan kepada PT. GA,” ujar Solihin.

“Kenapa kami butuh ketegasan dan kejelasan tertulis dari Ketua Tim, karena kami tidak ingin gegabah untuk menginstruksikan pegawai atau karyawan kami untuk melakukan aktifitas di lapangan, sebelum ada surat tertulis resmi dari ketua tim yang sudah di tunjuk oleh PLT Walikota Bogor dan disepakati bersama.”

“Saya sangat menghargai kerja tim,” lanjut Solihin, “kami mohon kepada instansi terkait untuk dapat bertindak bijak dan tegas terhadap pihak-pihak yang nyata-nyata telah bertindak sewenang-wenang di Pasar Induk Kemang hingga hari ini tanpa alasan hukum yang jelas, masih melakukan aktivitas dan melibatkan pihak ketiga, dimana hal tersebut sudah dilarang dan diberhentikan,” kata Solihin, merujuk kepada aktivitas pembangunan Secure Parking di pintu masuk Pasar TU oleh PD. PPJ.

“Hal ini menjadi tanda tanya besar, adanya pembiaran terhadap tindakan PD PPJ Kota Bogor dengan melibatkan pihak ketiga yang terus beraktifitas tanpa alasan hukum yang jelas dan melanggar kesepakatan bersama.”

“Jangan sampai kerja Tim yang sudah baik dinodai akibat tidak ada ketegasan dari instansi terkait, menurut saya dalam hal ini adalah Badan Pengawas PD PPJ dan Dinas Perhubungan Kota Bogor,” tutupnya.

Reporter: Dody/Rendi
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*