Limbah Sebabkan Kematian Ribuan Ikan di Sungai Kampar, RAPP Salahkan Meledaknya Turbin RPE

PELALAWAN, RIAU (KM) – Silih berganti pejabat di lingkungan Istana Negara melakukan kunjungan kerja ke daerah Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau ini, namun persoalan limbah dari pabrik kertas raksasa RAPP belum ada satu orangpun yang mampu menguraikannya.

Berbagai komunitas pecinta lingkungan di Riau sudah meneriakkan pencemaran sungai yang diduga disebabkan oleh limbah dari pabrik kertas terbesar Asia, Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang mengakibatkan ribuan ikan Sungai Kampar mati.

Pantauan rekan-rekan media di lokasi kanal outlet atau yang lebih dikenal dengan parit limbah, puluhan warga Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, mengumpulkan ribuan bangkai ikan yang setengah membusuk, Jumat (16/3/2018).

Pemburu berita sempat menghubungi salah seorang warga yang mengaku bernama Rudi (34) yang mengatakan bahwa kuat dugaan penyebab sungai tercemar adalah limbah RAPP.

“Ada banyak sekali ikan yang mati bang, bisa mencapai berton-ton, dugaan sementara bang penyebab tercemarnya sungai adalah limbah RAPP,” paparnya.

Corporate communications manager RAPP, Djarot Handoko menjelaskan bahwa pencemaran kanal Sungai Kampar, Desa Sering merupakan rentetan dari meledaknya turbin pembangkit listrik RPE. “Sejak terjadinya gangguan pada pembangkit listrik pada rabu (14/3) sore lalu dan terputusnya suplai listrik, otomatis menghentikan seluruh kegiatan operasional di pabrik PT. RAPP. Terhentinya aktifitas di pabrik tentu saja juga menghentikan proses di instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sehingga air yang biasanya mengalir ke kanal outlet juga terhenti, hal ini berakibat pada penurunan debit air di kanal outlet tersebut, mengakibatkan berkurangnya kandungan oksigen pada kanal outlet yang berpengaruh terhadap biota ikan di kanal tersebut,” kata Humas Perusahaan tersebut.

Reporter: amir
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*