Dokter Spesialis Kandungan se-Indonesia Berkumpul di Medan, Dorong Para Dokter untuk Riset dan Ciptakan Penemuan Baru

Para peserta berpose bersama dalam acara Malam Keakraban Fetomaternal PIT XIX diselenggarakan di Medan, Rabu, 22/3/2018
Para peserta berpose bersama dalam acara Malam Keakraban Fetomaternal PIT XIX diselenggarakan di Medan, Rabu, 22/3/2018

MEDAN (KM) – Perkembangan teknologi dan medis di dunia kedokteran merupakan sebuah tantangan bagi para dokter, khususnya dokter spesialis yang menangani masalah kehamilan, kandungan dan sesar.

Karenanya dokter dituntut harus terus mengikuti kemajuan teknologi medis yang semakin berkembang pesat. Persoalan tersebut merupakan topik pembahasan pada acara “Malam Keakraban Fetomaternal PIT XIX” di Wisma Benteng Medan, Selasa (21/3) malam.

Acara yang diikuti sebanyak 1000 dokter spesialis kehamilan dan kandungan dilaksanakan sebagai sarana pertukaran informasi dan pengetahuan terhadap temuan-temuan teknologi medis tersebut, dan dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi.

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan bahwa pihaknya “sangat mendukung” acara Malam Keakraban Fetomaternal PIT XIX karena acara tersebut merupakan sebuah kontribusi yang melahirkan sebuah penyegaran tentang semakin pesatnya tuntutan para dokter terhadap kemajuan teknologi medis khususnya yang menangani masalah kendungan dan kehamilan.

Dikatakan HT Erry Nuradi, acara ini juga merupakan sarana pengembangan ilmu pengetahuan guna membangun dinamika pikir untuk membangun konsep riset guna melahirkan penemuan baru terhadap teknik medis proses persalinan terhadap para ibu. “Dengan temuan tersebut jelas tujuannya mempermudah proses melahirkan dan menekan seminimal mungkin angka mematian ibu dan bayi pada proses persalinan,” kata Erry.

Malam Keakraban Fetomaternal ditutup Rabu (21/3/2018). Acara tersebut diikuti seluruh dokter spesialis kehamilan dan kandungan dari seluruh Indonesia. Ketua Panitia Pelaksana, dr. Makmur Sitepu kepada media menjelaskan, setelah 15 tahun lalu digelar baru tahun ini kembali melaksanakannya.

“Acara ini memang kegiatan penting yang harus diikuti dokter spesialis untuk terus bersinergi membangun riset guna melahirkan penemuan teknologi medis khusus penanganan masalah kandungan, kehamilan persalinan dan sesar.”

“Berbagai kemajuan ilmu dan teknologi medis khususnya masalah kehamilan dan kandungan terus berkembang pesat dan persoalan ini menjadi tantangan penting harus disikapi dan dengan acara inilah kita membangun sinergi dalam melahirkan konsep teknik medis, gunanya untuk mengurangi sekecil mungkin angka kematian ibu dan anak pada proses persalinan,” paparnya.

Sementara menyikapi program pemerintah yakni BPJS yang dianggap telah menyita penghasilan para dokter, dr. Makmur menjelaskan, dengan adanya program BPJS para dokter hanya menerima jasa pembayaran dokter beberapa ratus ribu rupiah saja. Dibanding 10 tahun lalu, para dokter persalinan, operasi dan sesar mendapatkan penghasilan sedikitnya empat juta rupiah setiap penanganan persalinan, untuk jasa operasi.

“Selaku dokter, aturan tersebut kita ikuti saja walau harus menerima konsekuensi penghasilan sampai enam bulan belum juga dibayar,” ujar Makmur.

Acara tersebut diselingi dengan pesta durian, foto bersama dan ramah tamah sesama dokter dari seluruh Indonesia.

Reporter: Erni
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*