Akibat Permasalahan Lahan, Nyawa Warga Simpang Rimba Melayang

Kapolres Bangka Selatan AKBP Bambang Kusnarianto (dok. KM)
Kapolres Bangka Selatan AKBP Bambang Kusnarianto (dok. KM)

BANGKA SELATAN (KM) – Salah satu warga Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung, bernama Samsuli (48) merenggang nyawa akibat permasalahan terkait perbatasan lahan kebun sawit dengan penambangan TI (Tambang inkonvensional), Minggu (11/03/2018) sore, dekat TI yg tidak jauh dari perkebunan sawit.

Kapolsek Simpang Rimba Iptu Yudha Prakoso menerangkan kepada awak media di ruangan kerjanya Rabu (14/03/2018) sore, “Anggota Unit Reskrim Polsek Simpang Rimba Polres Bangka Selatan (Basel) mendapat laporan dari keluarga korban dan juga mendapat informasi bahwa pelaku atas nama Warsito (20) sedang berada di dalam rumah. Juga telah mengamankan, Yulhaidir (34) juga bersama Romuza (34) dan masing-masing bersembunyi di dalam rumah. Ketiga pelaku tersebut adalah warga Desa Permis. Untuk penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolsek Simpang Rimba, Minggu (11/03/2018) sekira pukul. 17.30 WIB melakukan penangkapan terhadap pelaku tersebut. Dan ketiganya sudah kita amankan di Polres Bangka Selatan (Basel) guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.”

Advertisement

Menurut Iptu Yudha, korban yang pada saat itu mendatangi lokasi lahan di kebun miliknya di Desa Permis Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Basel, didatangi tiga orang laki-laki yg bernama Yulhaidir (34), Warsito (20) dan Romuza (34) yang mengatakan bahwa lahan kebun tersebut milik keluarganya sedangkan Samsuli (korban) mengatakan lahan tersebut sudah miliknya dan sudah di beli dari orang tua ketiga laki-laki tersebut.

“Namun dari pihak tersangka mengatakan bahwa lahan tersebut masih milik bersama. Karena tidak ada kesepekatan antara kedua belah pihak. Samsuli berniat menebas Yulhaidir dengan menggunakan parang, namun di saat Samsuli mengancam Yulhaidir, tiba-tiba Warsito langsung mengambil kayu di dekat lahan kebun tersebut dan memukul kepala Samsuli di bagian belakang sebanyak satu kali. Atas kejadian tersebut, korban langsung tergeletak di atas tanah. Sedangkan Warsito, Yulhaidir dan Romuza langsung pergi meninggalkan korban. Dengan kejadian tersebut pelaku dikenakan ‘Penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia’, berdasarkan pasal 351 ayat 3 KUHP,” terang Kapolsek.

Reporter: Suryadi L
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*