Sungai Ciliwung Meluap, Belasan Rumah di Bogor Timur Terendam

Daerah yang terkena luapan aliran Sungai Ciliwung di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin 5/2/2018 (dok. KM) Daerah yang terkena luapan aliran Sungai Ciliwung di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Senin 5/2/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Hujan yang melanda Kota Bogor sejak Minggu sore hingga Senin malam (4-5/02/2018) mengakibatkan debit air di Bendung Katulampa meningkatdan sempat mencatat ketinggian air mencapai 240 cm atau siaga 1.

Akibat meluapnya Sungai Ciliwung, puluhan rumah di bantaran Sungai itu di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terendam banjir.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Marsudi Widodo mengatakan, rumah warga yang terkena dampak banjir sebagian besarnya yang berada di bantaran Sungai Ciliwung

“Berdasarkan laporan Bhayangkara Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtimas) di masing-masing Kelurahan di Bogor Timur, hanya ada tiga kelurahan yang terkena banjir lintasan, yaitu Katulampa, Sukasari dan Baranangsiang. Ketiga wilayah itu, karena berada di atas lintasan kali Ciliwung. Sementara, kelurahan lain seperti Sindangrasa, Sindangsari dan Tajur masih kondusif, dan kami juga di back up pengamanan oleh Jajaran Polresta Bogor Kota,” kata Kompol Marsudi.

Dari ketiga wilayah yang terendam itu, sambung Kapolsek, paling terparah di wilayah Kelurahan Katulampa yakni sebanyak 14 rumah dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp. 8 juta.

“Ke-14 rumah tersebut diantaranya, rumah Mak Iyah (70) 2 jiwa, Budi (40) 3 jiwa, Abdurahman (47) 3 jiwa, IPIK (60) 1 jiwa, Matrial Dudu (44) 4 jiwa, Muhayah (65) 1 jiwa, Aripin (45) 3 jiwa, Wanda (50) 5 jiwa, Warid (37) 4 jiwa, Ramlan (33) 4 jiwa, Kosasih (60) 4 jiwa, Quraesin (60) 1 jiwa, Mumuh (40) 4 jiwa dan Ukas (40) 1 jiwa,” jelasnya.

Sedangkan, di wilayah Baranangsiang ada 3 rumah yang terendam, yaitu rumah Nenih (60) 3 KK 11 jiwa, Karnadi (53) 4 jiwa dan Nuraeni (54) 1 kk 2 jiwa. Dan terakhir Sukasari yaitu rumah Hafizudin,1 KK 4 jiwa. “Kini rumah warga yang terkena tergenang air, sudah dibersihkan oleh warga setempat,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Mashudi, saat Bendung Katulampa Siaga I, jembatan penghubung di sekitarnya sempat ditutup oleh warga. Hal itu untuk mengantisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain rumah terendam, sambung dia, ternyata ada satu peristiwa longsor tembok pembatas Tol yang sedang dibangun akses penghubung ke wilayah RT 01/1 Wangun Atas, Kelurahan Sindangsari.

“Peristiwa longsor tersebut tidak ada korban jiwa dan pihak pemborong Bocimi pun sudah mengetahuinya. Sampai saat ini, kami masih terus lakukan pemantauan,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*