Seminar Nasional Ekonomi Syariah FEB UI Bahas Perkembangan Ekonomi Syariah dan Kendala Pasar
DEPOK (KM) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) kembali menggelar acara tahunan seminar ekonomi syariah. Seminar yang sudah memasuki fase ke-17 ini dikemas penyelenggaraannya dalam beberapa rangkaian acara, diawali dengan Gathering peserta dan Ice Breaking bagi peserta konferensi nasional di hari perdana (11/2) guna mencairkan suasana untuk dapat saling mengenal peserta yang satu dengan yang lainnya.
Seminar dilanjutkan pada hari kedua (Senin 12/2) dengan menggelar Seminar Nasional Ekonomi Syariah Bertajuk “Islamic Finance And Economics Blueprint For Growth And Development : Shaping An Inclusive Future” yang seyogyanya dihadiri Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro sebagai keynote speaker, namun mendadak batal hadir karena ada rapat kabinet dan didisposisikan pemaparan materinya oleh Kholifiani, Direktur Sektor Keuangan dan Jasa Bappenas yang mengangkat isu pesatnya perkembangan ekonomi syariah serta strategi terhadap kendala pangsa pasar yang dihadapi dalam praktek pengembangan sistem ekonomi syariah tersebut. Dilanjutkan dengan dua sesi seminar yang diisi masing-masing oleh pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya seperti Imam Teguh Saptono (CEO Global Wakf) dan juga Dorojatun Kuntoro Jakti Guru Besar FEB UI dan mantan Menko Perekonomian era Megawati.

Di hari ketiga, Selasa (12/2) diadakan Konferensi Nasional yang diikuti perwakilan mahasiswa dari sekitar 9 universitas diseluruh indonesia.
“Tiap perwakilan tim masing-masing ada 2 hingga 6 orang dari tiap universitas dengan total peserta ada 39 orang,” ujar Yuda, Ketua Panitia acara. Lebih lanjut ia menyatakan jika Konferensi ini dimaksudkan untuk berbagi ilmu dari setiap hasil riset yang sudah diperoleh.
“Masing-masing akan memaparkan paper hasil riset mereka terkait inovasi perekonomian syariah dan diharapkan bisa berbagi ilmu satu sama lain dan mendapat feedback dari panelis,” lanjutnya.
“Biasanya setiap paper tersebut akan dibuatkan semacam buku dan diserahkan ke pusat studi ekonomi syariah FEB UI dan dapat diakses online,” kata ketua panitia yang bernama lengkap Yuda Andika Darmawan ini. Ia juga lebih lanjut menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya.
“Tentunya diharapkan bagi peserta baik peserta kongres maupun peserta seminar agar mendapat Value Added atau ilmunya bertambah dan passion (hasrat) mengetahui informasi terkini tentang ekonomi syariah juga terus meningkat,” ungkapnya.
Kegiatan ini sendiri diagendakan penyelenggaraannya selama 4 hari yaitu mulai tanggal 11-14 Februari 2018 dan di hari terakhir diagendakan untuk institutional visit.
“Kalau tahun lalu kita kunjungan ke kantor BNI Syariah, dua tahun sebelumnya ke kantor OJK (otoritas jasa keuangan), dan tahun ini akan berkunjung ke Indonesia Stock Exchange (IDX),” jelas ketua panitia yang merupakan Mahasiswa FEB angkatan 2015 ini.
Saat ditanya kenapa yang dituju adalah Indonesia Stock Exchange, Yuda kembali menjelaskan bahwa hal ini dimaksudkan agar peserta bisa mengetahui secara langsung peran lembaga terkait dalam rangka mendukung ekonomi syariah. Setelah institutional visit, peserta diarahkan kembali menuju Hotel untuk mengikuti rangkaian acara Grand Closing, yakni pengumuman penghargaan bagi peserta konferensi, sekaligus penutupan dan gala dinner.
Reporter: Sudrajat
Editor: HJA
Leave a comment