Pulang Umroh, Bima Arya Kunjungi dan Maafkan Bobotoh Pelempar Batu ke Bus Jamaah Umrohnya

Calon Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat bertemu orang tua dari para pelaku pelemparan bus rombongan umroh di Polsek Citeureup, Selasa 27/02/2018 (dok. KM)
Calon Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat bertemu orang tua dari para pelaku pelemparan bus rombongan umroh di Polsek Citeureup, Selasa 27/02/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Calon Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menengok para pelaku pelemparan bus rombongan umroh yang ditahan di Polsek Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (27/02/18).

Sebelumnya, Bima Arya dan puluhan jamaah lainnya menjadi korban salah sasaran supporter sepakbola di KM 27 Tol Jagorawi, Sabtu (17/02/18) lalu.

Bima Arya didampingi sang istri Yane Ardian tiba di Mapolsek Citeureup sekitar jam 16.25 WIB. Kedatangannya diterima oleh Kapolsek Citeureup Kompol Darwan.

Mereka langsung menuju kamar tahanan yang menampung kelima pelaku yakni AE (26), AO (25), SA (25), YS (29) dan ESF (23).

Para pelaku yang sudah ditahan sekitar 10 hari itu tampak hanya bisa tertunduk lesu dan meminta maaf kepada Bima Arya dan jamaah rombongan umroh lainnya yang menjadi korban kebrutalan oknum supporter.

“Kami menyesal, minta maaf. Kemarin kami balas dendam karena waktu itupun pernah diserang. Kami berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ujar YS di balik jeruji besi kepada Bima Arya.

Mendengar itu, Bima menyatakan bahwa dirinya berserta seluruh jamaah korban lainnya sudah memaafkan para pelaku.

“Sewaktu masih di Mekkah kami banyak dihubungi mungkin oleh keluarga mereka. Minta untuk diperhatikan. Saya sampaikan, pas saya pulang nanti saya akan menjenguk sekaligus ingin tahu juga sebetulnya ada apa waktu itu. Tadi malam saya mendarat, kami sempatkan ke sini. Seperti dugaan kami sebelumnya, memang kami disangka Jakmania oleh mereka,” ungkap Bima.

Bima menambahkan, para pelaku mengaku baru sekali berbuat demikian karena ingin balas dendam diperlakukan serupa saat melintas wilayah lain.

“Mau alasannya apapun, perbuatan seperti itu tidak dibenarkan dan bisa membahayakan orang lain. Mereka menyesal. Mereka tahu itu salah. Ini bukan tentang Bima Arya, bukan tentang keluarga, bukan tentang orang per orang. Ini untuk ketertiban umum dan penegakan hukum,” jelasnya.

Mengenai proses hukum, kata Bima Arya, akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum sesuai aturan berlaku.

“Ini kewenangannya kepolisian. Saya serahkan semuanya ke pihak kepolisian. Tentunya kepolisian punya prosedur hukum yang harus dijalani. Kita hormati hukum, kita tegakan hukum. Kalau soal maaf, kami sudah memaafkan,” katanya.

Bima berharap peristiwa tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh insan supporter sepakbola di Tanah Air.

“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran untuk semua supporter apapun. Kalau bola ya bola. Olahraga ya olahraga. Harus menyehatkan, membanggakan dan mempersatukan serta jangan anarki,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Citeureup Kompol Darwan menyatakan bahwa proses hukum terhadap perlaku tetap berjalan sesuai dengan aturan berlaku. Sehingga, pihaknya akan menilai sejauh mana perubahan sikap pelaku selama menjalani penahanan, mengingat pihak keluarga dan rekan-rekan meminta untuk ditangguhkan penahanan.

“Kami akan meng-assessment dan menilai sejauh mana perubahan sikap dan lain-lain. Walaupun ada perdamaian diantara terlapor dan pelapor, tapi kami harus lihat dulu perubahan para pelaku ini seperti apa. Karena memang kasus ini bukan delik aduan. Polisi akan melihat nanti sejauh mana perubahan sikap mereka.”

“Kami juga harus mempertimbangkan musyawarah perdamaian yang mereka sudah buat. Sejauh ini sudah terlihat perubahan pelaku, menjadi rajin solat dan mengaji di dalam tahanan,” jelas Kompol Darwan.

Di tempat yang sama, Ketua Viking Bogor Tepi Barat, Fauzan, mengaku berterimakasih atas sifat rendah hati seorang Bima Arya terhadap para pelaku dan keluarganya.

“Pertama, kami atas nama Viking Bogor Tepi Barat meminta maaf atas ulah oknum anggota kami. Kedua, kami merasa senang dan bahagia karena Kang Bima sangat bijaksana dan rendah hati dalam menyikapi ini,” ungkap Fauzan di Polsek Citeureup.

Ia menambahkan, peristiwa kemarin menjadi pelajaran bagi dirinya dan seluruh anggota Viking Bogor Tepi Barat. Mereka pun berharap perselisihan antar supporter bisa dihentikan.

“Apa yang dilakukan kemarin sangat fatal, mudah-mudahan saya dan pengurus yang lain bisa mendidik anggota ke depannya supaya tidak lagi berbuat seperti itu lagi.”

“Sudahlah, hentikan hal-hal yang seperti ini. Jangan diulangi dan dari pihak supporter lain juga jangan ada lagi provokasi-provokasi. Kami masih berharap supaya anggota kami bisa ditangguhkan penahannya,” pungkas dia.

Dalam kesempatan tersebut Bima Arya juga memberikan segalon kecil air Zam-Zam berukuran 5 liter oleh-oleh dari ibadah umroh dalam 10 hari terakhir. Air itu diberikan Bima Arya kepada para pelaku.

“Air Zam-Zam itu menenangkan dan menyegarkan. Baik untuk semua,” tandas Bima.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*