“Gerilya” di Bogor Utara, Dedie Rachim Ungkap Rencana Pembagian Tugas dengan Bima Arya

Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim saat berdialog dengan warga Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor Senin 19/02/2018 (dok. KM)
Calon Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim saat berdialog dengan warga Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor Senin 19/02/2018 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Calon Wakil Walikota Bogor nomor urut 3 Dedie A Rachim bergerilya di wilayah Tanah Sareal dan Bogor Utara Kota Bogor, Senin (19/02/2018).

Selain berdialog, Dedie juga tak hentinya mengingatkan agar warga tidak terpancing dengan isu-isu negatif yang bisa memecah keharmonisan warga Kota Bogor yang selama ini terjalin.

Dedie mengisi dengan menghadiri agenda peletakan batu pertama pembangunan mushola Al-Istiqomah di Kampung Munjul RT05 /RW05, Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kemudian, agenda dilanjutkan dengan ngariung bersama warga serta mengunjungi UMKM di RT 05 RW 03, Sukaresmi, Tanah Sareal, kemudian Dedie bersama Bala Badra berdialog dengan warga di RT 04 RW 02, Kedung Badak, Tanah Sareal.

Usai berdialog, Dedie mengajak warga untuk makan 100 porsi bakso. Di lokasi keempat, Dedie bertemu kaum ibu di Kampung Neglasari, Cibuluh, Bogor Utara. Dedie bercerita, sebelumnya ia bersama pasangan calon lain sudah mendatangani komitmen Pilkada damai.

“Ada sejumlah kesepakatan yang kami tandatangani. Yang pertama, tidak saling menghujat satu sama lain, tidak menebar kebohongan dan kebencian. Lalu tidak ada politisasi SARA, jadi kita semua harus rukun,” ungkap Dedie.

Saat Dedie melanjutkan perbincangan, tiba-tiba ada yang menyeletuk, “Yang penting jangan lupa amplopnya,” ujar seorang ibu, diiringi riuh hadirin.

Mendengar hal itu, Dedie menjawab santai. Bahwa dalam kesepatan Pilkada damai, juga disebutkan untuk tidak bermain dalam politik uang. “Ada kesepakatan, kami dengan calon yang lain juga sepakat untuk tidak ada politik uang dan serangan fajar. Jadi, semuanya harus dipilih berdasarkan visi misinya. Kecuali ibu mau khitan anaknya, terus ngundang saya, Insya Allah saya datang ke sini terus ngasih amplop. Kalau sekarang ngasih amplop tidak boleh sama Panwaslu, nanti disemprot. Calon yang lain juga tidak boleh seperti itu,” tandasnya.

Usai di Cibuluh, Dedie melanjutkan gerilyanya di kawasan Cimahpar, Bogor Utara. Dalam kesempatan itu Dedie meminta dukungan dan doa dari warga untuk menuntaskan program-program yang telah dicanangkan ke depan. Ia juga membeberkan peran yang akan dilakukan oleh dirinya dan Bima Arya dalam menjalankan roda pemerintahan yang bersih, mengabdi dan melayani.

“Untuk melanjutkan komitmen pemerintah, nantinya saya berbagi tugas dengan Kang Bima. Kang Bima konsentrasi di dalam proses-proses pembangunan, infrastruktur dan sumber daya manusianya di Kota Bogor. Saya akan bantu di penataan birokrasi. Rencananya seperti itu. Tujuannya, supaya pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik lagi, termasuk kepada masyarakat yang ada di Cimahpar ini,” beber dia.

Dedie juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antar warga. “Intinya Pilkada ini harus kondusif. Jangan yang satu pilih ini, terus yang satu pilih itu, sama tetangga jadi ribut. Jangan hanya karena ada hal-hal yang ditunjukan untuk golongan tertentu, maka dikorbankan perdamaiannya, keharmonisannya, silaturahminya,” pungkasnya.

Reporter: Dody/TM Badra
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*