Dit Polair Polda Babel Bekuk 3 Perompak, Ancam dengan Penjara 15 Tahun

AKP Dedy Setiawan, Kanit Tindak Sub Dit. Gakkum Direktorat Polair Babel, menunjuk kn barang bukti dan tiga para pelaku perompak (dok. KM)
AKP Dedy Setiawan, Kanit Tindak Sub Dit. Gakkum Direktorat Polair Babel, menunjuk kn barang bukti dan tiga para pelaku perompak (dok. KM)

BABEL (KM) – Jajaran Dit Polair Polda Babel berhasil menangkap tiga perompak di perairan laut Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang selama ini meresahkan para nelayan pencari ikan di kawasan tersebut.

Dalam keterangan jumpa pers di ruangan Dit Polair Polda Babel, Rabu (14/02/2018), AKP Dedy Setiawan, Kanit Tindak Sub Dit. Gakkum Direktorat Polair Babel kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa salah satu perompak yang ditangkap bahkan sudah lama menjadi incaran pihaknya sejak 2012 silam.

“Mereka yang ditangkap yaitu Beni Bin Aman merupakan warga Desa Sungai Mujur, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel. Sedangkan dua orang perompak lainnya Rizal Bin Basroni warga Toboali dan Sarpiudin Bin Habah warga Desa Sungai Sumur Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatra Selatan,” jelas AKP Dedy.

“Satu orang perompak sudah lama menjadi DPO, mereka melakukan aksinya di perairan Kecamatan Toboali dan daerah Permis, Kabupaten Bangka Selatan. Mereka menjarah hasil tangkapan nelayan kemudian mengambil peralatan berlayarnya seperti alat navigasi kapal, aki, GPS, panel tenaga surya juga pisau,” terangnya.

Lanjut Dedy, “Ketiga perompak ini ditangkap secara terpisah dan memiliki kelompok masing-masing. Satu orang tanggal 20 Januari 2018, sedangkan dua orang lainnya 11 Febuari 2018 kemarin. Kawanan perompak ini bahkan sudah menjadi incaran Dit Polair Polda Sumsel dan Lampung karena sudah meresahkan para nelayan di wilayah tersebut.”

“Mereka ini telah meresahkan nelayan, mereka menjarah dengan menggunakan senjata rakitan dan senjata tajam seperti pisau, dan nelayan telah dirugikan ratusan juta oleh Perompak itu.”

“Atas perbuatan mereka, [mereka dijerat] dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelas Dedy Setiawan.

Reporter: Suryadi L
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*