Anggaran Pembangunan Jembatan di Desa Rawa Panjang tidak Memadai, Proyek pun Mangkrak

Pembangunan jembatan di desa Rawa Panjang yang mangkrak akibat kekurangan anggaran (dok. KM)
Pembangunan jembatan di desa Rawa Panjang yang mangkrak akibat kekurangan anggaran (dok. KM)

BOGOR (KM) – Besarnya anggaran dana desa seharusnya digunakan dengan optimal, dengan melibatkan partisipasi masyarakat di musyawarah perencanaan. Dengan perencanaan yang baik, maka akan tercipta produktivitas serta penyerapan lapangan kerja pada proyek-proyek yang menggunakan dana desa.

Namun kebutuhan untuk perbaikan jembatan di Desa Rawa Panjang sebesar Rp. 1 miliar ternyata dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor hanya Rp. 350 juta.

“Itupun sudah nombok dari kepala desa,” kata Rois pengurus LPM saat ditemui kupasmerdeka.com Minggu (22/2/2018).

“Mau bagaimana lagi, itu jalan desa makanya desa yang bangun bukan dari Kecamatan atau Kabupaten,” tambahnya.

Menurut perhitungan pihaknya, pembangunan jembatan tersebut akan memakan biaya Rp. 1,6 miliar, sedangkan perkiraan dari dinas terkait mencapai 1,8 miliar dan dari UPT 2,2 miliar.

“Tapi kita coba hitung sendiri dengan tim jadinya 1,6 miliar karena kalau kita hambur-hamburkan anggaran juga buat apa, sedangkan untuk dana desa (DD) Rawapanjang hanya 900 juta, kurang dari 1 miliar,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, manfaat dari pembangunan jembatan ini “banyak sekali”.

“Pertama mengurangi kemacetan di Citayam karena warga Kampung Kelapa dan Pabuaran bisa melewati jembatan tersebut tanpa harus kena macet di depan Stasiun Citayam dan juga mempermudah akses untuk ke Pemda Kabupaten Bogor.”

Saat disinggung mengenai belum rampungnya pembangunan, ia mengatakan, direncanakan bulan Agustus 2018 ini akan dianggarkan kembali, karena anggarannya terbatas.

Reporter: deva
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*