Mensos Idrus Marham Pimpin Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Kepada Korban Gempa di Bogor

BOGOR (KM) – Kementerian Sosial secara simbolis memberikan bantuan kepada 86 kepala keluarga korban bencana gempa bumi di Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (27/1).

Menteri Sosial Idrus Marham yang secara langsung memberikan bantuan berupa bahan baku makanan, tenda, karpet dan lainnya mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan dibagikan di beberapa kabupaten atau kota di Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat yang terkena dampak gempa yang terjadi pada Selasa lalu 23/1.

“Pasca bencana gempa bumi, Kementerian Sosial bersama stake holder lainnya sudah memberikan bantuan kepada ratusan hingga ribuan kepala keluarga yang menjadi korban baik di Provinsi Banten maupun Provinsi Jawa Barat dengan besar anggaran Rp2,5 miliar,” ujar Idrus Marham kepada wartawan.

Ia menerangkan, instruksi cepat tanggap darurat sudah disampaikan Presiden Joko Widodo agar memonitor korban bencana gempa bumi ini ke semua jajarannya.

“Presiden Joko Widodo selalu memonitor segala permasalahan korban bencana gempa bumi baik melalui TNI, Kepolisian maupun Kementerian Sosial. Saya sendiri dipinta beliau untuk mengatasi masalah yang ada di rakyat dan pesan beliau agar tak ada korban gempabumi yang tidak diberikan bantuan oleh pemerintah,” terangnya.

Untuk 600 unit rumah yang mengalami rusak berat, politisi Partai Golkar ini menambahkan ada bantuan berupa tenda hingga uang untuk membangun rumahnya kembali.

“Masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat selain diberikan bantuan tenda dan lainnya, juga akan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah untuk meringankan warga dalam membangun rumahnya kembali,” tambah Idrus.

Untuk tempat ibadah dan sekolah yang mengalami kerusakan, Idrus meminta Pemerintah Kabupaten Bogor bersama warga untuk bahu membahu memperbaiki atau membangun tenpat ibadah dan juga sekolah.

“Saya minta tempat ibadah dan sekolah yang mengalami kerusakan ataupun rubuh untuk segera diperbaiki atau dibangun kembali. Mari Kita berkordinasi dan bahu membahu karena bencana seperti ini tidak bisa diangarkan karena Kita tidak tau kapan ada bencana,” pintanya.

Untuk data korban bencana gempa bumi yang simpang siur, dirinya meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pendataan berapa jumlah rumah dan korban luka atau meninggal akibat terdampak bencana gempabumi.

“BPBD setempat Saya tugaskam untuk melakukan pendataan jumlah bangunan yang rusak dan korban luka maupun luka terdampak bencana gempabumi. Jangan sampai ada korban yang tidak terdata karena ini masuk dalam status tanggap darurat,” jelas Idrus.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Arifin HK menjelaskan Gubernur Jawa Barat sudah membuat rekening Jawa Barat (Jabar) peduli dimana sudah ada dana sebesar Rp1,4 miliar untuk nantinya diserahkan kepada korban bencana gempa bumi.

“Selain memberikan bantuan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sudah mengumpulkan dana dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat sebesar Rp1,4 miliar untuk nantinya disalurkan kepada para korban baik yang ada di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor dan Kabupaten.

Reporter: bule
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*