KUPAS KOLOM: Dinasti Politik, Untung Atau Buntung?

Fahreza Anwar

Oleh Fahreza Anwar

Perhelatan pesta demokrasi pada Pilkada serentak 2018 sudah semakin dekat. Isu mengenai dinasti politik menjadi polemik di masyarakat. Politik dinasti dapat diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga/kerabat, dan berkembang sejak zaman kerajaan atau era monarki.

Pro kontra politik dinasti pun mempunyai legal standing masing-masing, di pihak yang pro terhadap politik dinasti beralasan bahwa pelarangan politik dinasti melanggar HAM yakni dipilih dan memilih, siapapun berhak mencalonkan diri tanpa dihalangi oleh apapun. Pihak yang kontra menyebutkan bahwa adanya praktek politik dinasti bisa membuat peluang terjadinya praktek KKN.

Banyak contoh kasus yang mendiskreditkan bahwa politik dinasti adalah praktek tidak sehat dalam demokrasi, seperti kasus dinasti oleh mantan Gubernur Banten dan juga kasus politik dinasti di Klaten.

Walalupun Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan perkara nomor 33/PUU-XIII/2015 yang menganggap aturan melarang seorang calon kepala daerah berkonflik kepentingan dengan petahana bertentangan dengan konstitusi, masih banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat dikarenakan banyak sekali contoh kasus mengenai praktek politik dinasti yang berujung KKN.

Kecenderungan kelompok dinasti untuk memanfaatkan infrastruktur politik untuk mencari dukungan suara dalam pilkada pun harus di awasi, karena menjadi tidak sehat apalagi apabila ada oknum-oknum ASN yang terlibat.

Dan menjadi pertanyaan besar oleh masyarakat adalah, apakah politik dinasti membawa kemajuan bagi perkembangan suatu daerah atau justru sebaliknya? Ini bisa diukur dari pembangunan infrastruktur, lapangan pekerjaan dan pengganguran dan Indeks pembangunan manusia (IPM).

Masyarakat harus lebih pintar dalam memilih pemimpinnya, dilihat dari sukses atau tidaknya latar belakang calon kepala daerah, bukan dari kekeluargaan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*