Ketua Komisi IV DPR: “Jangan Khianati Petani Kita dengan Impor Beras!”

Ketua Komisi IV DPR, Eddy Prabowo (dok. KM) Ketua Komisi IV DPR, Eddy Prabowo (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Terkait impor beras yang dilakukan oleh pemerintah dan harga beras di pasaran yang melonjak, Ketua DPR Komisi IV Eddy Prabowo mengatakan bahwa kurangnya stok beras karena “belum memasuki musim tanam”. 

“Ini kan karena posisinya paceklik dimana belum memasuki musim tanam,” kata Eddy. 
“Tapi di bulan Januari ini sudah mendekati musim panen, kalau anda melihat keliling-keliling berbagai daerah sudah banyak padi yang menguning yang sudah siap panen,” lanjutnya. 

“Berarti logikanya Februari 2018 itu sudah panen raya, karena dimulai Oktober 2017. Oktober itu kan nggak ada masalah, ada kekhawatiran masalah bencana. Kekwatiran kekeringan di sebagian wilayah, hama, ini harus diklarifikasi dulu jangan ini dijadikan polemik,” ujarnya, usai RDP dengan Direktur Bulog, Senin 15/1 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Sehingga yang terjadi begitu harga naik langsung melakukan impor… Harga ini kan bisa dibuat. Kalau saja kita lihat tadi Bulog hanya mampu menyerap 1.6 persen posisi Bulog untuk beras nasional. Bagaimana mereka mampu mempengaruhi yang banyak lagi?” sambungnya. 

“Kalau niat kita sebagai pejabat sudah menyerah dengan situasi, padahal peluang nya masih ada. Saya sekali lagi sebagai pemimpin Komisi IV mewakili teman-teman di Komisi IV tidak anti impor. Impor itu kalau bisa tidak. Tapi kalau terpaksa kita juga tidak bisa menolak,” imbuhnya.

Menurut Eddy, pihaknya ingin minta klarifikasi sejauh mana “keterpaksaan” itu sekarang.
“Kita mau buka bukaan, DPR tugasnya mengawasi, yang harus kita lindungi adalah petani kita,” tandasnya.

“Anggaran pertanian saja bisa kalian lihat 3 tahun lalu anggaran pertanian masih 16 triliun, sempat naik 32 triliun… Bahkan walaupun sekarang turun 24 triliun tapi masih di atas anggaran 3 tahun lalu. Dari anggaran itu kita distribusikan alat-alat bantu menanam, alat bantu memanen, alat bantu pengelolahan, kok nilainya tetap sama dengan tahun lalu, berarti ada apa?”

Politisi Partai Gerindra itu menghimbau agar pemerintah perbaiki tata kelola, memastikan dari sawah sampai ke pasar apakah posisinya jelas, atau apakah infrastruktur atau jalannya yang bermasalah, atau kelompok distributornya.

“Untuk cadangan beras Bulog itu hanya sebagian kecil 1,6 persen. Harapan kami sudah kami sampaikan berkali kali mudah mudahan pemerintahan Jokowi yang sudah berjanji untuk menjaga stabilitas harga,menjaga swasembada pangan, buktikan untuk tidak megimpor pangan.”

“Yang harus kita catat hari ini adalah dengan kita mengimpor, berarti secara tegas kita menghianati para petani kita,” pungkasnya. 

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*