Kades Matang Jrok, Kecamatan Madat, Diduga Kabur Setelah Tarik Dana BUMG

ACEH TIMUR (KM) – Tokoh dan masyarakat Gampong (Desa) Matang Jrok, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Senin (08/01/2018) tampak masih bingung dan bertanya-tanya. Pasalnya, Keuchik Gampong (Kepala Desa) Matang Jrok, Muksalmina, dikabarkan telah menghilang sejak minggu lalu dan hingga kini belum juga kembali. Menurut informasi yang berhasil dihimpun KM, Keuchik Muksalmina kabur setelah menarik dana Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).
Dana BUMG yang sudah dianggarkan dalam rapat musyawarah sebesar Rp 200 juta, baru sempat ditarik Rp. 15 juta. Modus penarikan dana tersebut diduga dilakukan oknum keuchik itu dengan cara membuat data palsu mulai dari nama Ketua hingga nama Bendaharanya.

“Setelah keuchik melakukan penarikan uang BUMG Rp 15 Juta, niat jahat itu pun di ketahui warga, hingga kami dari tokoh masyarakat mendatangi  pihak Bank di Kecamatan Pante Bidari, dan meminta petugas bank agar segera memblokir nomor rekening BUMG aspal itu,” kata seorang tokoh masyarakat yang enggan dituliskan namanya.

Akibat ulah oknum keuchik, banyak anggaran yang seharusnya digunakan untuk membiayai pembangunan dan  kegiatan di gampong itu terancam gagal pelaksanaannya.

“Keuchik Muksalmina diduga kabur, mungkin akibat ia telah menghabiskan anggaran ADD 2017, untuk proyek saluran air (drainase) sepanjang 100 meter di Gampong Matang Jrok anggaran Rp 35 juta dan ada sekitar Rp 50 juta lagi dana desa  yang diprioritaskan untuk merehab lima rumah warga miskin diduga raib, padahal dana itu bersumber dari ADD 2017,” kata sumber media ini.

Imum Gampong Matang Jrok Tgk Bukhari, saat dimintai keterangannya tidak banyak berkomentar, dan hanya berharap agar Keuchik Muksalmina segera kembali dan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Gampong Matang Jrok.

Masalah ini sudah dua kali dilaporkan warga ke pihak Kecamatan Madat, sehingga pihak keluarga keuchik berhasil memediasi masalah ini antara aparatur gampong dengan pihak keluarga Keuchik Muksalmina. Ia juga menerangkan, “keluarga keuchik bersedia membayar Rp 35 juta, untuk membangun 100 meter saluran (drainase) yang belum dikerjakan dan juga mereka berjanji akan merehab lima rumah warga miskin yang belum dikerjakan di Gampong Matang Jrok,” Kata Tgk Bukhari yang turut dibenarkan Ishak, warga setempat

Kapolres Aceh Timur AKBP Purwiyanto melalui Kapolsek Madat Ipda Hendra Sukmana saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, mengaku baru saja mengatahui terkait hal tersebut. Namun Ia berjanji jika itu benar terjadi, pihaknya langsung akan turun ke gampong tersebut guna untuk memintai keterangan dari aparatur dan bendahara gampong.

“Saya baru saja mengetahui tentang hal ini, laporan dari masyarakat belum masuk kepada kami, namun, demikian, sekarang kami akan mencari tahu kebenarannya, karena pihak kepolisian diberi kewenangan untuk mengawasi dana desa, dan kami akan memintai keterangan dari bendahara gampong dan pihak aparatur terlebih dahulu, hasilnya akan saya beritahukan lagi nanti,” kata Ipda Hendra.

Selain itu, seorang warga setempat menyebutkan Oknum Keuchik diduga telah menghabiskan dana sekitar Rp 50 juta dari jumlah totalnya Rp 100 juta. padahal, dana sebesar itu telah anggarkan untuk merehab rumah warga miskin yang tidak layak huni sebanyak 10 unit, namun sejak Keuchik Muksalmina menghilang seminggu lalu, lima dari 10 rumah warga miskin masih belum di mulai pengerjaannya.

“Aneh, tanpa diketahui tokoh masyarakat gampong, secara diam-diam rupanya Keuchik membentuk lagi ketua dan Bendahara BUMG Gampong Matang Jrok secara gelap,” kata seorang warga.

Keuchik Muksalmina berhasil mengajak dua warga untuk menjadi bendahara BUMG dan Ketua yang dibentuk olehnya secara gelap, hingga sempat menarik uang sebesar Rp 15 juta di sebuah Bank kawasan di Kecamatan Pante Bidari, pada bulan Desember 2017 yang lalu.

Sumber juga mengatakan, “seusai menarik uang Rp 15 juta, Keuchik Muksalmina memberikan uang kepada bendahara Rp 500 ribu, sedangkan untuk ketua BUMG Rp 1Juta,” katanya, tanpa disebutkan siapa sebenarnya nama Ketua dan Bendahara BUMG yang Aspal itu.

“Anehnya lagi, setelah Ketua dan bendahara BUMG pulang ke rumah, oknum keuchik tersebut hingga kini tak pernah muncul lagi di rumah maupun di gampong yang ia pimpin. Kami dari tokoh dan masyarakat gampong Matang Jrok menduga ia (Keuchik) telah kabur, diduga akibat berbagai permasalahan tentang dana desa. Ia pergi tanpa memberitahukan saya dan aparatur lainya, akhirnya kami sepakat mendatangi Kantor Bank di Kecamatan Pante Bidari dan nomor rekening BUMG An Gampong Matang Jrok telah kami suruh blokir sama petugas bank,” jelasnya.

Namun, menurut Ishak, warga setempat,  tokoh masyarakat serta Imum gampong, sangat mengharapkan agar keuchik Muksalmina kembali ke Gampong agar semua permasalahan selesai.

“Kami berharap keuchik Muksalmina kembali dulu ke gampong (desa) tidak ada masalah, pihak masyarakat dan Muspika akan menangani dan menuntaskan masalah ini, jika memang uang tersebut sudah habis, ya apa boleh buat, yang penting harus jujur dan berani bertanggung jawab,” kata Ishak.

Sementara itu, Amiruddin, Camat Madat Aceh Timur, berulang kali dihubungi pihak wartawan media ini melalui selularnya, namun hingga berita ini diturunkan belum juga terhubung.

Reporter: Tim
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*