Penelepon Misterius Ancam Bunuh Sejumlah Kepsek Jika Tidak Dikirimkan Uang

KupasMerdeka.com

ACEH UTARA (KM) – Sejumlah Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, diancam akan dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK). OTK itu meminta dikirimkan uang ke rekening miliknya dan mengancam akan menghabisi korban jika permintaanya tidak dituruti.
OTK tersebut mengaku dirinya bernama Nato. Ia meminta uang dari sejumlah Kepsek melalui telepon genggamnya dengan dalih mau membelikan pil untuk dirinya,  Jumat 15 Desember 2017.

Kepala Sekolah SDN 4 di Kecamatan Tanah Jambo Aye mengatakan kepada KM bahwa Nato meminta kepada dirinya agar segera dikirimi uang usai shalat Jumat kemarin siang.

“Dia meminta kepada saya untuk mengirimkan uang ke rekeningnya, dengan dalih ingin membelikan pil untuk dia, dengan harga satu juta rupiah, kalau tidak ada satu juta lima, ratus ribu juga bisa,” ujar Kepsek SDN 4 Tanah Jambo Aye yang tidak ingin namanya dituliskan.

Ia juga menjelaskan, jika uangnya tidak ia kirimkan ke rekeningnya, ia di ancam akan dibunuh.

“Tidak usah lagi kau kirimkan uangnya, tapi ingat kau akan segera kuhabisi, kau tidak tidak sayang dengan istri dan anakmu, jika kau mau hidup, jangan main-main sama saya, kalau enggak kamu kirim awas ya, aku akan tembak kamu,” ujarnya menirukan ucapan Nato.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji Melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye Iptu Zulkifli Harahap saat dimintai keterangannya membenarkan hal tersebut terjadi, namun ia menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah agar tidak melayani si pengancam, kalau ada telpon masuk yang nomornya tidak diketahui, tidak perlu dilayani, itu hanya modus penipuan saja, atau segera hubungi pihak kepolisian.

“Kita harapkan kepada semua kepala sekolah agar tidak melayani orang-orang yang tidak dikenal, jika ada yang telepon dan meminta dikirimkan uang, apalagi dengan nada ancaman atau mengatas namakan siapa saja, itu semua hanya modus penipuan dan jangan takut, jika ada yang telah dirugikan, segera laporkan,” ujar Iptu Zulkifli.

Ia juga mengatakan, ada beberapa kepala sekolah yang telah ditelpon pihak pengancam, namun sampai saat ini belum ada Kepsek yang membuat laporan secara resmi kepada pihaknya, “cuma hanya diberitahukan saja tentang pengancaman tersebut,” jelasnya.

Reporter: Raz
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*