Kadisdik Kota Bogor: Guruhawan Momentum Mempererat Tali Silaturahmi

Ribuan Guru Kota Bogor bergoyang bersama di acara Guruhawan, Rabu 13/12 (dok. KM) Ribuan Guru Kota Bogor bergoyang bersama di acara Guruhawan, Rabu 13/12 (dok. KM)

KOTA BOGOR (KM) – Ribuan guru bergoyang bersama sama di acara Guruhawan, yang berlangsung di halaman parkir Junglefest BNR, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, pada Rabu (13/12/2017).

Nampak Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor turut berjoget bersama dengan guru – guru didepan panggung hiburan menikmati alunan irama musik dangdut.

“Ini momen kebersamaan kita untuk meningkatkan silaturahmi,” ucap Kadisdik Kota Bogor Fahrudin di sela acara kepada kupasmerdeka.com (13/12).

Ia juga menjelaskan, kegiatan guruhawan ini sudah rutin dilakukan oleh pengurus PGRI Kota dan Cabang, tahun ini dilaksanakan di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Menurut Fahmi, sapaan akrab Fahrudin, Guruhawan adalah suatu momentum dalam mempererat tali silaturahmi, “karena dengan acara ini seluruh guru negeri/swasta mulai dari tingkat TK sampai SMA/SMK, bahkan dosen pun turut hadir. Jadi, semua kumpul di sini,” katanya.

Selain itu, guruhawan juga mengajak guru-guru untuk berolahraga bersama. “Tadi, kita bersama-sama berolahraga dengan berjalan kaki sejauh 4 kilometer. Jadi, selain bersilaturahmi dan menyehatkan badan, kita juga jadi tahu lingkungan atau wilayah di Bogor Selatan,” jelasnya.

Bukan itu saja, dirinya pun turut membubuhkan tanda tangannya di atas kain putih panjang yang disediakan panitia sebagai komitmen untuk melindungi anak-anak dari narkoba. “Saya ikut tanda tangan bersama guru lainnya, itu bentuk komitmen kami dalam mencegah dan melindungi anak-anak dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Disinggung soal perbedaan sekolah yang diliburkan untuk tingkat SD dan SMP, kata Fahmi, “kalau untuk SD rata-rata gurunya itu guru kelas dan hampir seluruhnya ikut, jadi tidak ada guru yang mengajar, makanya diliburkan. Sementara untuk SMP itu, masih ada guru mata pelajaran, jadi masih bisa ditugaskan di sekolah.”

“Kalau untuk SMP masih bisa diatur seperti itu, karena masih ada guru mata pelajaran yang bisa ditugaskan di sekolah. Untuk izinnya, kita sudah keluarkan dan tembusan ke Walikota Bogor,” pungkasnya.

Reporter: Dody
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*