Baru 5% Lahan di Malang Digunakan Untuk Perumahan

Ilustrasi Perumahan Ilustrasi Perumahan

MALANG (KM) – Belakangan ini, Malang semakin terkenal akan hal pariwisata. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk dan memiliki pemandangan super cantik, sehingga setiap wisatawan baik domestik atau luar negeri merasa nyaman di sini.

Semua perkembangan tersebut bermula sejak tahun 1879, kereta api mulai beroperasi di Malang. Sejak saat itu, kota ini mampu berkembang dengan sangat pesat. Karena perkembangan tersebut, tentu gaya hidup serta kebutuhan masyarakat pun ikut berubah dan terus berbenah.

Dengan begitu, ikut berubah pula pola tata ruang serta penggunaan lahan. Fungsi lahan tidak hanya digunakan untuk pertanian dan perkebunan akan tetapi menjadi lahan untuk pemukiman serta pariwisata juga.

Selain potensi emas di bidang pariwisata, Malang tentu memiliki banyak potensi lainnya dalam bidang yang berbeda. Salah satunya adalah properti. Sebab, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa penggunaan lahan semakin bergeser menjadi penggunaan lahan untuk pemukiman.

Berbicara mengenai pemukiman dan potensi properti di Malang, menurut data yang dirilis Bappeda, di tahun 2016 saja sebanyak 36% lahan di Malang sudah digunakan untuk pemukiman yang berupa kampung teratur dan 5% digunakan untuk perumahan. Tentu jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan waktu. Apalagi di tahun 2016, tren penjualan rumah terutama rumah kecil masih terus mengalami peningkatan dan terlihat dari jumlah kenaikan harga yang cukup signifikan yaitu 3,76%.

Bahkan, harga tanah dijual di Malang juga terus mengalami kenaikan setiap saat. Contohnya, tanah di Jalan Ijen yang kini sudah mencapai sekitar 50 juta Rupiah/ meter persegi. Atau harga tanah di kawasan Permata Jingga yang dibanderol 8-10 juta per meter persegi. Sementara, di Jalan Kawi banderol lahan berada di angka 9 juta Rupiah per meter persegi.

Namun, meskipun begitu, jangan khawatir Anda akan sulit menemukan rumah murah di Malang. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Di kawasan Pakisaji, masih terdapat hunian murah seharga 180 jutaan dan sangat terjangkau untuk investasi.
  • Sebuah hunian sederhana di Sawojajar seharga 138 juta juga bisa menjadi pilihan.

Ketersediaan jumlah unit rumah murah di Malang seakan mempermudah mereka yang ingin beli rumah di Malang. Selain itu, ketersediaan hunian yang banyak semakin mengukuhkan Malang sebagai kota tujuan utama penanaman modal properti dan bentuk konsistensi wilayah ini untuk terus meningkatkan prospek investasi.

Reporter: Red

Leave a comment

Your email address will not be published.


*