Petinggi Golkar Khawatirkan Imbas Kasus Hukum Setnov Terhadap Elektabilitas Partai

Petugas kepolisian dan KPK berjaga di luar kediaman Setya Novanto saat penjemputan paksa, Rabu 15/11
Petugas kepolisian dan KPK berjaga di luar kediaman Setya Novanto saat penjemputan paksa, Rabu 15/11

JAKARTA (KM) – Ketua DPR Setya Novanto tiga kali mangkir dari pemanggilan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo dan satu kali sebagai tersangka setelah resmi kembali menjadi pesakitan kasus korupsi KTP-El. Ia akhirnya dijemput paksa oleh penyidik KPK dari kediamannya, tadi malam 15/11. 

Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, beralasan klienya tidak hadir di KPK kemarin karena masih menunggu hasil uji materi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK di Mahkamah Konstitusi (MK). Surat pemberitahuan ketidakhadiran Novanto diklaim Fredrich telah dikirimkan ke pihak KPK.

Sementara itu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Novanto taat kepada hukum, “Semua harus taat pada hukum,” kata Wapres. 

Menurutnya, alasan harus ada izin tertulis dari Presiden untuk pemanggilan Novanto  “mengada-ada”, karena sudah banyak pembahasan tentang hal tersebut. JK juga menyindir, langkah yang dilakukan Novanto hanyalah manuver menghindari KPK dan lepas dari hukuman.

Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai mengaku khawatir jika masalah Novanto tidak disikapi dengan serius akan terus menurunkan elektabilitas partai Golkar, termasuk pencopotan dirinya dari Korbid Polhukam bermasalah, “karena masih terus menjadi gunjingan sampai ke bawah hingga berimplikasi akan merusak elektabilitas partai,” ujarnya. 

Hal senada dikemukakan oleh Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung, bahwa elektabilitas partai Golkar terus menurun lantaran keterkaitan Novanto dengan masalah hukum, hal tersebut berdampak langsung pada opini publik, “sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Golkar menurun,” pungkas Akbar.

Reporter: Gumilar
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*