Fahri Hamzah dan Pansus Angket Mengaku Paling Senang Melawan “Tirani KPK”

Fahri Hamzah dan Masinton Pasaribu berbica pada acara diskusi tentang KPK di Gedung DPR, Selasa 14/11 (dok. KM)
Fahri Hamzah dan Masinton Pasaribu berbica pada acara diskusi tentang KPK di Gedung DPR, Selasa 14/11 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Wakil ketua DPR Fahri Hamzah kembali mengkritik sikap KPK yang menirutnya “sulit diawasi” dan memiliki media sendiri. 

“Saya pernah di Komisi III lama, mengawasi KPK itu memang sulit, karena bisa bikin cerita sendiri, bisa menciptakan fakta, punya media sendiri,” ujar Fahri dalam diskusi dengan tema “Pansus Mau Apa Lagi?” di Gedung DPR kemarin, Selasa 14/11.

Ia menammahkan bahwa DPR juga menemukan banyak kejanggalan dalam tubuh KPK saat DPR menggunakan Hak Angket.

“Saat kita menggunakan angket kita bisa dapat banyak kejanggalan dalam tubuh KPK. Ada sebelas temuan, seperti masalah konstitusi, sampai dengan SDM, soal harta rampasan, praktek-pratek ilegal, menyewa rumah, mengintimidasi orang, mengintip kerugian negara,” lanjutnya.

Lebih jauh kata Fahri, dari sebelas temuan Pansus terkait kejanggalan KPK sudah diparipurnakan.

“Sudah ketok palu, habis itu kita reses, dan besok kan paripurna pembukaan, tentu Pansus Angket akan main lagi,” sambungnya.

“Sebagai negara hukum kita telah melaporkan ini kepada penegak hukum  dari berbagai temuan angket tersebut,” tambahnya. 

Fahri mengatakan bahwa KPK dianggap “tidak boleh keliatan salah”.

“Kalau ada salah lebih baik diam-diam saja. Nah sekarang menurut saya kalau masyarakat sekarang mengadu terkait oknum KPK, apakah penegak hukum berani mengusut hal tersebut?” tuturnya.

“Yang ada nanti malah dibilang antek antek koruptor,” lanjutnya.

“Secara tidak langsung pemerintah sudah diseret untuk intervensi dalam kasus KPK.
Kenapa di republik ini yang dipercaya hanya institusi KPK?” tambah Fahri.

Sementara anggota Pansus Masinton Pasaribu dalam kesempatan itu mengatakan bahwa dirinya “tidak melihat akuntabilitas kerja” dari KPK.

“Kerja KPK tidak sesuai dengan Undang-Undang dan pelanggaran-pelanggaran lainya. Saya berkesimpulan ada tirani di dalam KPK ini, saya dan Fahri paling senang melawan tirani,” ujar Masinton.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*