Temui Anggota DPR, PUI Minta Disetarakan dengan NU dan Muhammadiyah

Perwakilan dari PUI Bogor saat menemui petinggi Fraksi PKS di DPR, Selasa 3/10 lalu (dok. KM)

BOGOR (KM) – Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Bogor melakukan hearing atau penyampaian aspirasi organisasi ke DPR RI, diterima langsung oleh anggota DPR Mardani Ali Sera, Sutriono dan Kepala Staf Fraksi PKS Ahmad Rukhyat,  Selasa kemarin (3/10) di Senayan, Jakarta.

“Dalam pertemuan tersebut disampaikan, pokok-pokok usulan yang perlunya Pemerintah mendudukkan eksisitensi Persatuan Umat Islam (PUI) sebagai organisasi masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Jawa Barat, sebagaimana Nahdatul Ulama (NU) di Jawa Timur dan Muhamadiyah di Jawa Tengah,” kata Ketua II DPD PUI Bogor, Maman, melalui keterangan persnya yang diterima redaksi kupasmerdeka.com.

Ia menjelaskan, “Persatuan Umat Islam (PUI) menolak Perppu No.2 Tahun 2017 tentang perubahan UU No.17 Tahun 2013 tentang Ormas, dan prihatin dengan maraknya isu Komunis, dan perlunya kewaspadaan munculnya bahaya laten komunisme, dan berharap jangan sampai ada pencabutan Tap MPRS tentang pelarangan [Komunisme],” tegasnya.

Lanjut Maman, pihaknya juga menyampaikan tentang perlunya pemerintah meningkatkan anggaran peningkatan mutu pendidikan untuk lembaga Madrasah, khususnya untuk sekolah-sekolah PUI, seperti pendidikan non formal pesantren, diniyah, TPQ, TPA, TKQ dan sejenisnya. “Dan tidak ketinggalan nasib guru TKQ, TKA, TPQ dan juga pemerintah peduli terhadap perekonomian rakyat di tingkat pedesaan,” tutup Ketua II PUI Kabupaten Bogor itu.

Reporter: Abdul/Iwan
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.