KPAI Sayangkan Cara Penanganan Anak-Anak yang Corat-Coret Tembok di Waduk Grogol oleh Kepolisian

Kantor pusat KPAI di Jl Teuku Umar, Jakarta (stock) Kantor pusat KPAI di Jl Teuku Umar, Jakarta (stock)

JAKARTA (KM) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku “prihatin” dengan temuan minuman keras yang dibawa oleh seorang siswa dan juga prihatin atas aksi corat-coret tembok waduk Grogol yang dilakukan sejumlah siswa, Sabtu kemarin (7/10).

Namun, KPAI menyayangkan cara petugas memperlakukan para siswa, yaitu dengan menyerahkan kepada pihak kepolisian. “Hal seperti ini sebaiknya diselesaikan bersama warga dan orangtua siswa tanpa harus ke kepolisian, apalagi dalam gambar nampak sang anak difoto dengan baju terbuka sambil membawa miras dalam botol air mineral,” tegas Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kepada kupasmerdeka.com melalui keterangan persnya yang diterima redaksi, Senin (9/10).

Menurut Retno, cara seperti ini mempermalukan anak. “Penanganan anak yang melakukan kenakalan atau bahkan tindak pidana harus didasarkan pada UU Perlindungan anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA),” ujarnya.

Reporter: Deva
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*