Kobar GB Aceh: “Cegah Korupsi dengan Menanamkan Nilai-nilai Religius” 

Sosialisasi Pencegahan Korupsi oleh Kobar GB Aceh, Senin 16/10 (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Dinas Pendidikan Aceh bekerja sama dengan Barisan Guru Bersatu (Kobar GB Aceh) menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi bertajuk “Wujudkan Aceh Carong dan Islami” di Aula SMA Negeri 4 Banda Aceh, Senin (16/10/2017).

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari,  dibuka langsung oleh Kadisdik Aceh Laisani, dan selanjutnya disambung oleh pemateri kedua, Husniati Bantasyam.

Dalam seminar anti korupsi tersebut, Husniati mengatakan, “peran Bapak/Ibu guru di sekolah sangat penting dalam mendidik generasi muda, apalagi tentang pendidikan karakter pencegahan korupsi sejak dini, sehingga guru dalam mengajar juga harus berinovasi dan dan dengan lemah lembut bukan dengan cara memarahi mereka apabila mereka salah,” ujarannya.

“Jangan bentuk karakter yang kurang baik untuk siswa. Karena pada dasarnya pembentukan karakter anak itu terdapat pada keluarganya dan apapun ceritanya keluarga adalah kuncinya serta pendidikan seseorang juga tidak menjamin untuk tidak korupsi,” ucapnya.

Husniati juga menambahkan, untuk membentuk karakter seorang harus dengan nilai-nilai religius dan jujur. “Inilah yang harus ditanam dalam diri kita masing-masing. Sehingga menanamkan nilai nilai agama kepada sang anak dalam membentuk karakter melalui keluarga.”

“Kalau tidak ada iman di dalam hati, maka akan terjerumus ke hal yang tidak baik. Sehingga faktor penyebab korupsi terdapat pada gaya hidup, internal, kurang iman (moral), begitu juga dengan faktor eksternal juga terdapat dari politik, hukum, ekonomi dan organisasi.”

“Karena korupsi merupakan wabah bagi bangsa, maka jangan sering kita berbuat hal yang kecil seperti berbohong, maka dengan berbohong akan berimbas pada kebohongan berikutnya. Karena masa depan bangsa dan negara indonesia ini ada di tangan generasi muda,” imbuhnya.

“Maka dalam hal ini,peran penting sekolah dalam mendidik generasi muda apalagi tentang pendidikan anti korupsi bagi siswa sangat penting. Mulai dari yang terkecil hingga hal yang besar, misalnya menghidupkan budaya jujur dengan mendirikan kantin kejujuran di sekolah.”

“Berikan pemahaman kepada siswa tentang korupsi, jangan memberikan perilaku yang kurang baik (tidak menipu), Sebab dengan berbohong akan membuat hal yang tidak baik bagi siswa, jujur ialah hal yang paling utama,” harapnya.

“Korupsi adalah pekerjaan yang instan, maka dari pada itu mari kita menggalakkan pendidikan anti korupsi sejak dini. Sehingga pentingnya mempelajari anti korupsi dan sekolah sudah seharusnya memiliki bengkel anti korupsi, dengan menggunakan metode keteladanan dan sesuai. Ayo bersama kita berantas korupsi sejak dini,” tutupnya.

Reporter: Najmi
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*