Kesbangpol Aceh: Waspadai “Komunis Gaya Baru”

Peserta diskusi FGD tentang isu Komunisme yang digelar oleh Kesbangpol Aceh, Senin 9/10 (dok. KM)

BANDA ACEH (KM) – Badan Kesbangpol Linmas Aceh menggelar diskusi “Langkah-langkah Antisipasi Gaya Komunisme Baru” bersama beberapa Organisasi Mahasiswa yang dilaksanakan di Zakir Kupi Beurawe, Senin 9/10/201.

Kegiatan Diskusi tersebut dihadiri oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Unsyiah, Menwa UIN Ar-Raniry, PMI Unsyiah, PMI Serambi, PMI Banda Aceh, PMI UIN Ar-Raniry dan Pramuka UIN Ar-Raniry.

Kolonel Caj Ahmad Husein sebagai Pemateri mengatakan bahwa komunis adalah “ancaman yang nyata” bagi bangsa Indonesia.

“Terlebih dengan pergerakan gaya baru yang mereka lakukan, lebih soft dan apalagi saat ini sasaran mereka adalah agama dan media sosial untuk memecah-belah Bangsa Indonesia,” katanya.

“Dalam kegiatan diskusi akhir-akhir ini kita bisa melihat berbagai ciri-ciri Komunis dengan gaya baru, inilah yang harus kita waspadai. Minimnya pengetahuan tentang komunis, kita jangan sampai terjebak dengan paham dan ideologi yang diajarkan oleh komunis tersebut,” tuturnya.

Menurut Kolonel Ahmad, masyarakat banyak yang tidak paham terkait kondisi politik saat ini, sehingga di Indonesia ini terjadi kesenjangan antara kota dan desa, baik itu sosial, budaya, wisdom, dan freedom.

“Dengan itu komunis sering menyebutnya dengan kuda troya, mereka anti terhadap agama, begitu juga dengan TNI, karena bila kita kurang mengontrol atau kebablasan, maka dengan cara mudah Komunis masuk ke negara ini.”

“Jika Negara membebaskan pasar dengan mudah dan terkendali maka yang akan muncul Partai Buruh yang bicarakan kesejahteraan sosial dan juga seolah-olah mereka pro rakyat padahal hanya sebagai cover saja yang memiliki tujuan tertentu.”

“Komunis menganggap Agama itu adalah candu, mereka terus mengadu domba sehingga akan menimbulkan perpecahan, ini yang sangat dikhawatirkan apalagi dengan Bangkitnya gaya baru dari komunisme,” tambahnya.

“Indonesia jangan sampai dijadikan Negara republik berhaluan komunis. Sebab mereka bangun gerakan melalui sosial, sasaran mereka ialah generasi muda dan juga pemerintah,” pungkasnya.

Perwira TNI itu juga menerangkan bahwa para “komunis” saat ini melakukan penyusupan ke semua lini.

“Maka dari itu harus berhati-hati. Saya mengajak mari kita kawal dengan ideologi Pancasila untuk negara Indonesia,” tegasnya.

Reporter: Ariandy
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*