Kapolri Paparkan Rencana Kerjasama Lintas Lembaga, Amankan Pilkada Serentak

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (stock)

JAKARTA (KM) – Wacana Kapolri yang akan membentuk Densus Tipikor diperkirakan akan membutuhkan anggaran Rp. 2,6 triliun.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat dengan Komisi III  DPR untuk mendapatkan dukungan saat Rapat nanti dengan pemerintah terkait sarana dan prasarana untuk rencana tersebut. 

Adapun Densus Tipikor ini nantinya dibawahi oleh perwira bintang 2 yang akan memimpinnya nanti.

Selain itu, Kapolri juga memaparkan terkait rencana pengamanan Pilkada serentak yang akan digelar tahun depan.  “Untuk pengamanan pilkada di tiga tempat yang dianggap rawan yakni Kalbar, Jabar, dan Papua, mungkin akan dinamis, ini baru penilaian sekarang, bisa saja sebulan atau dua bulan dan empat bulan mendatang akan berubah. Ini adalah perintah dari bapak Presiden yang disampaikan waktu saat apel kemarin,” ujar Kapolri usai RDP dengan Komisi III  DPR RI, Kamis 12/10, di Kompleks Parlemen, Jakarta.

“Dalam pengamanan, Polri sangat netral.  Untuk kami bisa melaksanakan tugas tentu Polri tidak bisa bekerja sendiri, Polri harus bekerjasama dengan penyelenggara Pemilu yaitu KPU,” ucap Tito.

Tito menegaskan, terkait pengamanan saat Pilkada nanti, “saya sudah instruksikan kepada jajaran dari awal sedini mungkin sudah membangun koordinasi dengan KPU, agar mereka mampu merencanakan kegiatan-kegiatan dalam proses pemilu ini, sesuai tahapan-tahapan  secara jujur dan netral. KPU  dan Bawaslu tentu juga harus begitu,” sambung Kapolri.

Lebih lanjut kata Tito, mereka juga harus mampu membangun jaringan yang jujur dan pelaksanaannya  juga harus adil. “Sebagai wasit yang baik,” tambahnya.

Tito juga mengatakan bahwa pihaknya akan membangun hubungan dengan parpol peserta dan dengan para calon, agar mereka mampu mengikuti tata cara aturan yang berlaku dan siap menang dan siap untuk kalah. “Jangan siap untuk menang saja,” katanya. 

Tito menambahkan, Polri juga akan membangun hubungan yang solid dengan aparat yang lain dalam bidang keamanan. “Khususnya kepada TNI yang utama, Polri dan TNI harus membangun hubungan yang sehat dan baik, sebagai saudara dengan jajaran TNI dimanapun berada, itu mutlak,” ujar Kapolri.

“Saya [juga] perintahkan kepada seluruh jajaran untuk menjalin komunikasi kepada tokoh-tokoh agama atau pemuda dan lain-lain,” tegas Tito.

Kapolri juga menghimbau kepada jajarannya untuk bekerjasama dengan media-media, baik media konvensional, maupun sosmed agar membuat pemberitaan yang “mendinginkan”.

“Jadi kontestasi politik akan membuat situasi menjadi hangat. Tapi tidak boleh panas mengorbankan harta jiwa dan lain-lain, apalagi perpecahan,” ucap Tito.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Leave a comment

Your email address will not be published.


*