Luput dari Perhatian Pemerintah dan KAI, Palang Penyeberangan Rel Kereta di Bojong Gede Masih Terbuat dari Bambu

Palang pintupenyeberangan rel kereta di dekat stasiun Bojonggede, Bogor, masih gunakan bambu (dok. KM)
Palang pintupenyeberangan rel kereta di dekat stasiun Bojonggede, Bogor, masih gunakan bambu (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sangat miris melihat palang pintu kereta yang terbuat dari bambu, ditarik secara manual memakai tambang, di dekat stasiun Bojong Gede, tepatnya di Jalan Perum Gaperi, Kabupaten Bogor, yang cukup membahayakan bagi pengendara yang melintas. Palang pintu yang terbuat dari bambu tersebut sudah bertahun-tahun lamanya tidak diganti dengan palang pintu kereta otomatis.

Selain itu, petugas palang pintu kereta Gaperi ternyata mendapatkan honor sebulan hanya satu juta rupiah, itu pun dari pihak perumahan.

“Mohon maaf pak kalau masalah pembayaran gaji itu yang bayar saya pihak perumahan Gaperi, dari perusahaan keretanya sendiri saya tidak ada gajinya,” terang Ida, petugas palang kereta itu.

Di lain sisi, Rais, juru parkir yang biasa mengatur lalu lintas di penyeberangan tersebut menambahkan, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu lalu lintas membludak. “Bahkan ketika kereta melintas terjadi kemacatan yang cukup luar biasa, terutama sepeda motor yang sulit untuk di aturnya. Seharusnya pihak Polsek terkait ada perhatian, dan selalu ada setiap harinya untuk turun mengatur lalu lintas,” katanya.

Reporter: M. Nasir
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.