KPAI Dorong Kepolisian Percepat Proses Hukum Kasus Sodomi Gondes dan Hukum Pelaku Seberat-beratnya

Wakil Ketua KPAI, Dr. Susanto, MA

JAKARTA (KM) – Terkuaknya peristiwa yang memilukan di Cengkareng yakni sodomi yang dilakukan Agus Winarto (27) alias Gondes pada anak-anak usia SD dan SMP membuat publik gempar. 

“Belum lepas ingatan kita pada peristiwa kejahatan seksual yang dilakukan Emon dengan menyodomi puluhan korban anak-anak di Sukabumi, kini terjadi lagi peristiwa yang hampir serupa,” tutur Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto kepada wartawan kemarin, Senin 28/8.

Susanto yang didampingi Ai Maryati Solihah, Komisioner bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak beserta Jasra Putra, Komisioner bidang Hak Sipil dan Partisipasi, mendatangi Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, untuk berkomunikasi dengan keluarga dan menggali lebih dalam, monitor langsung peristiwa tersebut, memantau proses hukum serta mendorong dilakukannya pengembangan pendalaman terhadap saksi-saksi sekaligus korban pada kejadian tersebut. “Sehingga jika ada potensi kemungkinan masih adanya korban lainnya segera dapat ditangani,” ucap Susanto dalam siaran pers yang diterima KM.

Lanjut dia, pihaknya “sangat mengapresiasi” kesigapan Kapolsek Cengkareng beserta jajaran dalam menangani peristiwa ini dengan sudah melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Berdasarkan pertemuan pagi ini Kapolsek dan KPAI Membuat Tim Terpadu untuk menangani korban yang terdiri dari (Kepolisian, KPAI, P2TP2A dan KEMENSOS) untuk terlibat dalam penangan korban secara intensif,” sambungnya.

Ia mengatakan, semua pihak harus melindungi anak dan keluarga korban dari pemberitaan terkait nama, tempat kejadian, kronologis perlakuan, identitas korban dan keluarga supaya tidak berakibat pada bullying dan perlakuan diskriminasi secara sosial, budaya dan pendidikan.

Advertisement

Susanto menegaskan, kejahatan dan ekslpoitasi seksual yang dilakukan tersangka Gondes merupakan kejahatan serius dan mendorong agar kepolisian mempercepat proses hukum. Menurutnya, mengingat korbannya banyak, maka tersangka pelaku perlu pemberatan hukuman.

“Memastikan secepat mungkin rehabilitasi secara tuntas terhadap korban sesuai kebutuhan masing korban serta pemastian perlindungan saksi dan korban, agar proses yang sedang berjalan sesuai pemenuhan hak-hak korban dan saksi serta Standar Pelayanan Minimum kepada anak korban kekerasan,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan memberikan dukungan moral kepada anak dan keluarga korban dengan terus melakukan pengawasan secara intensif dan berkelanjutan.

Ia pun menghimbau kepada seluruh keluarga di Indonesia agar meningkatkan kualitas pengasuhan positif di keluarga baik melalui komunikasi yang erat dan efektif dengan membuka diri seluas-luasnya untuk selalu mencurahkan perhatian, kasih sayang, menceritakan pengalaman, membahas permasalahan anak dalam rangka deteksi dini dan pencegahan terjadinya kekerasan seksual di lingkungan rumah, pendidikan dan lingkungan sosial.

“Melakukan tindakan preventif perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan seksual dengan selalu memeriksa HP dan gadget anak secara simultan dengan cara dan pendekatan yang ramah, agar terhindar dari paparan pornografi dan tontonan yang tidak layak bagi anak,” tutup Susanto.

Reporter: Deva
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: