KOASI Sukses Selenggarakan Lebaran Betawi di Bekasi
BEKASI (KM) – Pelestarian budaya Betawi mulai didengungkan masyarakat Kota Bekasi. Hal ini dipelopori oleh Komunitas Orang Bekasi (KOASI). Melalui acara Lebaran Betawi, KOASI mengusung tema “Ngarak Barong” pada acara yang diadakan kemarin itu. Acara tersebut diselenggarakan di Lapangan Masjid Al-Jauhar YASFI, Kampung Sawah Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu 5/8 kemarin.
Menurut ketua KOASI, Bang Sarin, acara ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan. “Lebaran Betawi merupakan tradisi masyarakat Betawi yang nyaris punah dan sejak dua tahun terakhir ini kembali diperingati oleh warga Betawi Bekasi yang tergabung dalam KOASI,” tegas Sarin.
Pada kesempatan lain, Sutradara dan Budayawan Betawi Majayus Irone atau yang akrab disapa Aki Maja menandaskan, “pada tahun kedua Lebaran Betawi dapat diselenggarakan berkat loyalitas warga yang peduli dengan tradisi dan adat Betawi, dengan secara sukarela membiayai kegiatan ini dengan cara urunan. Saya berharap kedepan Pemerintah Kota Bekasi dapat turun tangan serta ikut andil mendukung kegiatan Lebaran Betawi,” harap Aki Maja.

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu (kiri) menyerahkan secara simbolik golok khas betawi pada pimpinan ponpes YASFI KH. Rahmadin Afif sebagai salah satu penggagas acara Lebaran Betawi (dok. KM)
Senada dengan Aki Maja, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Heri Koswara mengungkapkan, “ke depan, saya bersama dengan kawan-kawan di DPRD Kota Bekasi berjanji akan berusaha mengalokasikan anggaran untuk kegiatan Lebaran Betawi pada APBD Kota Bekasi, pada tahun depan,” katanya, disambut dengan tepuk tangan masyarakat yang hadir.
“Lebaran Betawi yang mengusung konsep Ngarak Barong adalah suatu aset Budaya Betawi agar khazanah budaya kita tidak hilang dan harus dipertahankan serta dilestarikan,” terang Heri.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Camat Pondok Melati, Ika Indar Yanti. Acara juga diisi dengan acara dialog yang diikuti oleh Budayawan Betawi Ridwan Saidi, Anggota DPRD Kota Bekasi Sodikin dan para alim ulama setempat.
Reporter: Gie
Editor: HJA
Leave a comment