Jose Rizal Dilantik Sebagai Ketua KADIN Komite Timur Tengah dan OKI, Dorong Pengembangan Ekspor Rempah

JAKARTA (KM) – Balai Kartini Jakarta menjadi saksi suksesi pengukuhan Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Komite Timur Tengah & OKI yaitu Jose Rizal pada Senin (31/07) pagi. Acara pengukuhan ini juga disertai pengesahan pengangkatan jajaran pengurus di tubuh KADIN Komite Timur Tengah .

Suasana Acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan di antara para anggota KADIN serta para undangan yang hadir memenuhi ruang tempat acara pengukuhan itu.

Tampak beberapa tokoh nasional hadir pada acara tersebut, diantaranya Rizal Ramli yang menyaksikan prosesi penyerahan simbol pengesahan oleh Ketua Umum KADIN Rosan P. Roeslani kepada Jose Rizal.

Ada hal yang menarik perhatian para tamu undangan, yaitu kehadiran pesulap Master Limbad. Momen ini dimanfaatkan para hadirin untuk berselfie ria dengan pesulap kondang itu, tidak ketinggalan juga para awak media pun turut foto-foto dengan Limbad, yang saat acara tidak tampak seperti biasanya, namun kali ini memakai kemeja batik.

Ketika ditemui wartawan, Jose Rizal menyampaikan bahwa KADIN Komite Timur Tengah “justru akan mempercepat penguatan program Presiden Republik Indonesia Jokowi, yaitu tentang Pembangunan Nasional dari desa.”

“Selama ini KADIN sudah sangat eksis dalam perdagangan dan industrialisasi di tingkat elit. Kini KADIN Komite Timur Tengah hadir untuk mengangkat harkat dan martabat produk pedesaan yang sangat kaya dan layak jual di pasar internasional, dalam hal ini ke Timur Tengah,” pungkas Jose Rizal.

“Kami sangat terpanggil untuk membantu pemerintah untuk memasarkan dan mengangkat kembali kejayaan Nusantara seperti rempah-rempah, dahulu para penjajah dan pelaku niaga termasuk para saudagar Arab di belahan timur tengah berbondong-bondong datang ke Indonesia mencari rempah untuk diangkat ke negeri mereka. Namun sangat disayangkan rempah-rempah kita malah di ekspor oleh India, Singapura, setelah dibeli dari rakyat Indonesia. Kenapa tidak kita saja langsung memberdayakannya? Jika itu kita lakukan tentu kejayaan dan kekayaan Nusantara akan mampu kita rebut kembali sehingga masyarakat pedesaan pun turut merasakan hasil produksi tani, mampu dikelola negeri sendiri sehingga ekonomi di pedesan akan mengalami percepatan pertumbuhan,” pungkas Jose Rizal penuh optimis.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki tanaman rempah-rempah berkualitas sejak masa penjajahan. Lada dan pala termasuk dalam jajaran rempah yang permintaannya cukup tinggi di pasar global. Posisi keduanya bahkan disejajarkan dengan ekspor logam mulia karena potensinya cukup besar. Sederet produk tanaman rempah lain juga tengah disiapkan untuk komoditas ekspor. Produk tersebut diantaranya lada, vanilla, pala, kayu manis, cengkeh, kunyit dan jahe. Di dalam negeri, bahan-bahan ini lazim ditemui sebagai bahan baku industri jamu, farmasi, kosmetik dan rokok.

 

“Mengapa India dan Singapura yang tidak punya tanah bisa menjadi eksportir rempah? Vietnam tanahnya terbatas tapi bisa menjadi nomor satu dan menjadi eksportir. Karena dia membeli dari kita, kemudian diolah kembali. Seperti gambir yang hanya ada di Indonesia, tapi pengekspor gambir terbesar adalah India. Dari awal hingga menjadi produk. Berarti, industri yang kecil harus bisa di dorong dari awal hingga menjadi produk,” tutupnya.

Reporter: Goesti, red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.