Dianggap Rendahkan Profesi Wartawan, Prabowo Dihujani Kecaman dari Jurnalis

Pendiri Kupas Merdeka dan Keta Bidang Advokasi Setwil FPII Jawa Barat, Hero Akbar (dok. KM)
Pendiri Kupas Merdeka dan Ketua Bidang Advokasi Setwil FPII Jawa Barat, Hero Akbar (dok. KM)

BOGOR (KM) – Sejumlah tokoh jurnalis Indonesia mengecam pernyataan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang ia ungkapkan dalam sebuah wawancara di Kampus Universitas Bung Karno kemarin 17/8.

Dalam peringatan HUT RI ke-72 di Kampus itu, di hadapan sejumlah media Prabowo menyatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia diraih melalui perjuangan rakyat Indonesia, namun pada kenyataanya Indonesia selalu dijajah dan dirampas kekayaannya oleh bangsa lain.

Kemudian tiba-tiba, orang nomor satu Partai Gerindra ini menyinggung tentang gaji wartawan.

“Kita belain para wartawan. Gaji kalian juga kecil kan? Kelihatan dari muka kalian,” ujar Prabawo Subianto.

Ia juga menambahkan bahwa awak media kalau dilihat dari mukanya tidak mampu belanja di mal. “Muka kalian kan enggak belanja di mal, betul ya? Jujur, jujur, kita ini membela kalian,” ujarnya.

Ungkapan tersebut memancing reaksi keras dari Sekretaris Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Setwil Jawa Barat, Jans Matondang. Menurutnya, ungkapan Prabowo telah “menorehkan luka yang dalam bagi para insan jurnalis”.

“Seorang pemimpin yang bijak seharusnya tidak asal berbicara. Statement yang dibuatnya telah membuat luka untuk kami para jurnalis. Perkataan tentang gaji kecil dan raut wajah (muka) bukan untuk mengangkat derajat wartawan tapi justru menjatuhkan kredibilitas para Jurnalis,” ujar Jans.

 

Hal senada diungkapkan Ketua Divisi Advokasi Setwil FPII Jawa Barat, Hero Akbar. Menurut Hero, kata-kata politisi itu “melecehkan dan sangat merendahkan profesi jurnalis”.

“Dia ingin membela wartawan, tapi malah membongkar kelemahannya sendiri. Dengan sombongnya dia menghina profesi jurnalis,” ujar Pendiri Kupas Merdeka itu.

“Kata-katanya membuktikan bahwa dia merendahkan profesi jurnalis. Padahal, besarnya nama dia tidak terlepas dari andil para jurnalis yang mengangkat nama dia sehingga menjadi besar di kancah politik saat ini,” sambungnya.

Menurut Hero, kata-kata Prabowo dan bahasa yang dia gunakan “sangat menyakiti hati wartawan Indonesia”, dan karenanya dia tidak pantas menjadi pemimpin.

“Lebih baik Prabowo kuburkan saja mimpinya untuk menjadi Presiden, dengan sikap seperti itu,” tegas Hero.

Ungkapan kekecewaan juga dilontarkan oleh Ketua DPP Serikat Pers Republik Indonesia, Hence Mandagi dalam siaran pers nya yang diterima KM pagi ini, 18/8.

“Menurut saya itu adalah bentuk pelecehan terhadap wartawan. Meskipun bahasanya beliau mau bela wartawan tapi kalimat seperti itu tidak pantas diucapkan seorang pemimpin. Embel-embel pernyataan bahwa wartawan tidak belanja di mal karena gaji rendah menggambarkan Prabowo merasa dirinya lebih elit dan mampu dibanding wartawan. Bahkan memandang remeh gaji wartawan karena kelihatan dari wajahnya,” kata Hence.

“Justifikasi kehidupan wartawan seperti itu menandakan seorang Prabowo memandang rendah profesi jurnalistik,” sambungnya.

Reporter: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.