Kapolri: “Densus Tipikor akan Menimbulkan Efek Kejut yang Besar”
JAKARTA (KM) – Banyaknya pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat tentang rencana kepolisian untuk membentuk Densus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk membantu KPK dalam melakukan tugas pemberantasan korupsi menjadi tema utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR-RI dengan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian Senin siang 17/7.
“Kelebihan utama Polri dibandingkan KPK adalah mempunyai jaringan yang luas di seluruh Indonesia dan jumlah personil yang banyak,” ujar Tito Karnavian usai rapat itu di Senayan.
“Saat ini kami sedang menyusun bentuknya seperti apa, kami pihak kepolisian bukan ingin menyaingi KPK,tidak sama sekali,” ucap Tito.
“Jumlah KPK kan terbatas paling sekitar seribu paling ya. Sementara penyidiknya sekitar 150-an, mungkin lalu kemudian penyelidiknya paling sekitar segitu, jadi yang bisa ditangkap [hanya] kasus-kasus besar,” kata Kapolri.
Jika KPK hanya menangkap kasus-kasus besar, maka efeknya di masyarakat tidak akan masif.
 
Tito meyakini dengan jumlah personil kepolisian yang banyak dan dengan jaringan yang luas, pemberantasan tindak korupsi oleh Polri akan menimbulkan efek kejut yang besar.
“Kami telah menyampaikan rencana pembentukan Densus Tipikor ini kepada KPK, dan KPK menyambut positif,” lanjutnya.
“Jangan upaya ini dianggap sebagai kompetitor, tapi bersinergi ,” tandas Kapolri.
Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA
Leave a comment